Solsel- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia mengajak masyarakat Sumbar mendukung investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal agar pengembang tidak mendapat hambatan.

"Kami meminta bantuan masyarakat untuk memberi kemudahan kepada pengembang proyek panas bumi agar saat bekerja tidak mendapat hambatan,"kata Kepala Seksi investasi Panas Bumi DirektoratJenderalEnergi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM, Gustina Ramadona, saat kampanye bijak menggunakan plastik oleh PT Supreme Energy Muaralabuh di Padang Aro, Solok Selatan, Rabu.

Dia mengatakan potensi panas bumi Sumbar sangat besar untuk dikembangkan, tetapi sampai saat ini yang sudah dieksploitasi baru di WKP Liki Pinang Awan oleh Supreme Energy.

Selain supreme katanya, yang sudah berlangsung di Bukit Kili Gunung Talang, dan akan ada Sumani di Kabupaten Solok, seterusnya Bonjol dan Cubadak di Pasaman.

"Masyarakat Sumbar harus bersyukur dengan potensi panas bumi yang sangat besar," katanya.

Terkait minat investor untuk panas bumi katanya, sangat besar tinggal nanti Kementerian ESDM membuat WKP untuk dikembangkan.

Ia menyebutkan yang menjadi kendala dalam pengembangan panas bumi adalah masalah modal, sebab membutihkan biaya yang sangat besar.

"Investasi panas bumi ini bukan hanya bicara Rp1 atau Rp2 triliun tetapi lebih dari itu sehingga dukungan masyarakat sangat diperlukan," ujarnya.

Dalam pengeboran panas bumi risikonya cukup besar, sebab satu sumur saja bisa menghabiskan dana Rp7 miliar, dan belum tentu berhasil.

"Pengembang masih 'berjudi' juga dalam pengembangan panas bumi, jadi perlu kita dukung bersama," ujarnya.

Kementerian ESDM katanya, terus melakukan promosi baik melalui evenmaupun langsung pada investor panas bumi keluar negeri untuk menarik minat mereka.

Dia menambahkan, untuk proyek panas bumi di Sumbar PT Supreme Energy bisa sebagai percontohan, karena sudah berhasil dan bisa menjaga lingkungan.

Sementara itu Field Representatif Relation PT Supreme Energy Muaralabuh, Bujang Joan Datuak Panyalai mengatakan sesuai target pada akhir 2019 proyek panas bumi yang dikelola sudah mulai beroperasi untuk tahap awal.

"Pengerjaan sesuai jadwal yang ditetapkan, dan pada akhir 2019 sudah mulai produksi," katanya.

Untuk tahap awal baru satu turbin yang digunakan, dan mobilisasinya direncanakan pada September. (*)  

Sumber Antara Sumbar 
 
Top