PadangPanjang,mediaterobos.com   Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Novi Hendri Dt. Bagindo Saidi, mengingatkan segenap ASN di Kota Padang Panjang agar tidak main–main soal netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada.

 "Aturan soal netralitas ASN sudah sangat tegas dan jelas, jangan coba main – main dengan aturan ini. Kawan – kawan ASN harus menjaga netralitasnya," tegas Novi kepada awak media di Padang Panjang, Minggu (24/6).

Novi mengaku sengaja mengingatkan hal penting itu lantaran mendapatkan informasi adanya indikasi sejumlah ASN di Kota Padang Panjang yang melanggar netralitas. Sejumlah ASN terindikasi memberikan dukungan bahkan mengkampanyekan paslon tertentu.

"Informasi yang saya terima, memang ada indikasi sejumlah ASN yang melanggar netralitas. Makanya saya ingatkan hal ini, karena pelanggaran itu justru akan merugikan bahkan membahayakan yang bersangkutan," tegasnya.

Masih menurut Novi, ASN yang melanggar netralitas tidak hanya berkonsekwensi terhadap status kepegawaiannya, tetapi juga bisa berujung pidana. 

"Kalau indikasi pelanggaran itu kemudian dilaporkan pihak tertentu kepada Banwaslu atau lembaga berwenang lainnya, yang rugi tentu ASN bersangkutan. Karenanya, jangan main – main soal ini," papar Novi.

Ditambahkan Novi, peringatan itu ia sampaikan tidak sekedar melindungi ASN dari bahaya yang bisa menimpanya, tetapi sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap hal – hal yang bisa menciderai Pilkada Padang Panjang.

"Sejak awal, semua elemen sudah berkomitmen menjalankan Pilkada bersih. Jadi, jangan sampai semangat itu dicederai. Apalagi ASN, sudah semestinya berada di garda terdepan dalam mendukung Pilkada bersih,"  tegas Novi mengakhiri paparannya.

Wakil Ketua DPRD, Yulius Kaisar, yang ditemui secara terpisah sepakat dengan peringatan yang disampaikan Novi Hendri Dt. Bagindo Saidi tersebut.

Menurut Yulius Kaisar, ASN memang sudah semestinya bersikap netral, karena hal itu diatur undang – undang. "ASN memang punya hak pilih, namun ia tidak boleh menjadi tim sukses paslon tertentu secara diam – diam, apalagi secara terang – terangan," jelas Yulius Kaisar.

Soal adanya sejumlah ASN bahkan pejabat yang terindikasi melanggar netralitas, Yulius Kaisar mengaku sudah ada nama - namanya pada anggota DPRD. Sejumlah anggota DPRD sebelumnya sudah mewanti - wanti para ASN tersebut, tapi kabarnya masih banyak yang tidak mau mengindahkan," terang Yulius Kaisar. .. (Pul).









 
Top