PadangPanjang,mediaterobos.com  Pada Puncak Hari Anti Tembakau Sedunia Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang berhasil mendapatkan Penghargaan PASTIKA AWYA PARIWARA.

Penghargaan tersebut diterima langsung Pjs.Walikota Padang Panjang Irwan, S.Sos, MM yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI di Gedung Kemenkes RI Jakarta , Kamis kemarin (31/5) dan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Drs. Nuryanuwar, A.Pt, MM, M.Kes serta Direktur RSUD dr.Ardoni.

Seminggu sebelumnya ( 23/5) Pemerintah Kota Padang Panjang juga menerima penghargaan UHC JKN-KIS AWARD dari Presiden RI di Istana Negara, penghargaan diberikan karena Pemerintah Kota Padang Panjang memberikan Jaminan Kesehatan terhadap seluruh masyarakatnya.

Berkaitan dengan PASTIKA AWYA PARIWARA, tahun 2017 ( 12/7 ) di Yogyakarta Menteri Kesehatan RI juga telah menyerahkan penghargaan PASTIKA PARAMA kepada Pemerintah Kota Padang Panjang yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan, penghargaan diberikan karena Pemerintah Kota Padang Panjang telah menetapkan dan mengimplementasikan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok serta Kebijakan lain terkait Pengendalian Konsumsi Hasil Tembakau. 

PASTIKA PARAMA merupakan penghargaan tertinggi atas pelaksanaan kebijakan/Peraturan Daerah terhadap Kawasan Tanpa Rokok serta Pengendalian Konsumsi Hasil Tembakau. 

"Alhamdulillah Kota Padang Panjang dipercaya lagi menerima penghargaan, baru kemarin kita mendapatkan 3 penghargaan berturut-turut," kata Irwan yang sangat bangga dikala menerima penghargaan Pastika Awya Pariwara.

Penghargaan ini didapat berkat kesungguhan Pemko Padang Panjang dalam menerapkan dan mengimplementasikan Kebijakan/Peraturan Daerah tentang Pelarangan Iklan Rokok di Luar Ruang. "Ini merupakan kerja keras kita semua, dan mari kita tingkatkan lagi," kata Irwan.

Perlu diketahui bahwa presentase peningkatan perokok anak dan remaja di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular ( PTM ), sehingga biaya pengobatan untuk penyakit tidak menular di Indonesia juga meningkat. Untuk itu diperlukan kebijakan dan peraturan yang mampu menekan jumlah perokok di Indonesia. 

Kebijakan dan peraturan yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Padang Panjang ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden No. 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat.

Kepala Dinas kesehatan Drs. Nuryanuwar, A.Pt,MM, M.Kes, mengatakan, Penghargaan Pastika Awya Pariwara ini diterima oleh 10 daerah Se-Indonesia termasuk Kota Padang Panjang.

 Penghargaan ini diterima apabila Provinsi atau Kota yang telah menerapkan iklan larangan rokok diluar ruang. Dan alhamdulillah Kota Padang Panjang sudah menerapkan hal itu dan berhasil membawa penghargaan tersebut.

Dengan dilarangnya iklan rokok ini muda-mudahan Kota Padang Panjang juga dapat mengurangi jumlah perokok, sebab rokok itu adalah perusak kesehatan.

Sehat itu mahal, lebih baik mencegah daripada mengobati, tutup Nuryanuwar.  (Pul/ Gito)

 
Top