Solok Selatan, mediaterobos.com- Kerjasama yang dilakukan antara BPJS dan Kejari Solok merupakan langkah bagus dalam menjamin kesehatan bagi tenaga kerja di solok. Proses penandatanganan MoU hukum perdata dan Tata Usaha Negara antara intansi tersebut dilakukan oleh Kepala BPJS ketenagakerjaan Cabang Solok Iskandar dan Kepala Kejaksaan Negeri Solok Aliansyah, di Solok, Selasa.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan kejari dalam menyelesaikan persoalan hukum khususnya perdata dan tata usaha negara yang dihadapai BPJS Ketenagakerjaan", ujar Aliansyah, Kepala Kejaksaan Negeri Solok.

Sampai saat ini peserta BPJS-Ketenagakerjaan cabang Solok ada 1.155 perusahaan serta 19.376 tenaga kerja aktif. Sedangkan untuk klaim sampai saat ini sudah Rp168 juta yang diberikan untuk klaim kematian dan beasiswa 48 juta bagi anak peserta yang meninggal dunia dan santunan cacat fungsi Rp31 juta serta JHT Rp132 juta.

Kajari Solok Aliansyah menyatakan siap bekerja sama dalam mengawal perusahaan-perusahaan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan peran yang dimiliki kejaksaan itu sendiri, yakni bidang perdata dan tata usaha.

"Kami harapkan perusahaan yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, segera mendaftar agar terhindar dari sanksi hukum yang berlaku apabila masih tidak patuh akan ditangani kejaksaan," ujarnya.
 
Top