Solok Selatan, mediaterobos.com- Rencana penggantian lahan milik PT Mitra Kerinci oleh Pemkab Solok Selatan ditunda. Penundaan itu terkendala karena masih samarnya regulasi mekanisme ganti rugi lahan yang tertuang dalam draft MOU kedua belah pihak.

Lahan yang akan diganti rugi seluas 4.6 hektar dengan anggaran Rp.1.2 miliar untuk pembangunan masjid Agung Solok Selatan tetapi belum jadi terlaksana karena ada hal yang perlu dilengkapi.

"Ganti rugi lahan antara kedua belah pihak sudah disepakati dan proses penandatanganan MoU ini dilakukan penundaan dari yang direncanakan karena ada hal-hal yang dirasa kurang dan perlu dulengkapi," katanya.

Kepala Bagian Hukum Setdakab Solok Selatan Akmal Hamdi menyebutkan, ada dua hal yang masih perlu dijelaskan terkait isi yang termuat dalam nota kesepakatan yang telah dimasukkan ke dalam notaris.

Pertama katanya, nilai ganti rugi lahan sebesar Rp 1,2 miliar kemudian dasar hukum yang nantinya dijadikan pegangan terutama untuk pemerintah daerah terkait mekanisme ganti rugi yang dipakai.

"Nilai ganti rugi yang dimaksudkan apakah aset atau tanah dan ini perlu dijelaskan lebih dalam lagi karena akan banyak kajian muncul setelah itu," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan nilai appraisal aset milik PT Mitra Kerinci dalam HGU lahan seluas 4,6 hektar yang akan dilimpahkan diketahui hanya mencapai Rp390 juta bukan Rp 1,2 miliar.

"Apakah ada nilai aset yang tak berwujud yang tidak kami ketahui sehingga nilai kerugian aset yang diganti menjadi Rp1,2 miliar atau jumlah itu termasuk ke dalam ganti rugi tanah," ujarnya.

Selain itu juga perlu opini legalnya terkait tanah negara yang diganti oleh pemerintah selaku bagian dari negara itu juga.

Langkah penundaan yang diusulkan pihaknya bukan bermaksud memperlambat namun hanya lebih kepada apa yang disepakati nantinya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

"Harus ada kejelasan dan dasar hukum untuk dijadikan pegangan oleh kedua belah pihak dalam proses ganti rugi ini," ujarnya.
 
Top