Padang Pariaman, Terobos- Setiap memasuki Bulan Ramadhan banyak warga yang memanfaatkan momen ini dengan acara Balimau. Balimau jika dilihat dari kasat mata adalah turun mandi ke sungai. Tradisi Balimau banyak dilakukan oleh kaum muda. Mengantisipasi timbulnya kecelakaan wakil Bupati Padang Pariaman menghimbau Masyarakat agar tidak melaksanakan Tradisi balimau namun diganti dengan kegiatan yang positif.

Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat Suhatri Bur, mengimbau warga mengganti tradisi balimau yang biasanya dilakukan untuk menyambut Ramadhan dengan kegiatan positif lainnya.
"Biasanya warga kita menyambut datangnya bulan suci ramadan dengan balimau atau mandi-mandi di sungai, akan lebih baik diganti dengan membersihkan masjid atau mushala" tegas Suhatri Bur Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu. 13/4

Balimau harus ditinggalkan karena bukan syariat Islam dan tradisi itu dapat digantikan dengan kegiatan positif lain. Kalau membersihkan rumah ibadah tentu akan bersih dan nyaman sehingga banyak dikunjungi oleh jamaah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, Helmi mengatakan gerakan Thaharah dipusatkan di Masjid Agung Syekh Burhannudin di Kecamatan Ulakan Tapakis.

"Artinya tanpa taharah, maka ibadah shalat baik yang fardu maupun yang sunah tidak akan sah," ujar dia.

"Gerakan ini diluncurkan Minggu pagi akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan di Padang Pariaman melalui kantor urusan agama setempat," katanya.

Gerakan tersebut diambil dari kata taharah yang berarti suci atau bersih sebagai syarat untuk melaksanakan ibadah shalat.

"Artinya tanpa taharah, maka ibadah shalat baik yang fardu maupun yang sunah tidak akan sah," ujar dia. (Ms)

 
Top