Solok Selatan, mediaterobos.com- PMI Solok Selatan mengaku kekurangan relawan. Biasanya PMI memiliki lebih kurang 30 anggota untuk melakukan berbagai kegiatan sosial.

"Palang Merah Indonesia akan semakin kuat dan meningkat pelayanannya jika sumber daya manusia yang ada dikelola secara baik dan kapasitasnya terus ditingkatkan," katanya saat pelantikan pengurus PMI Solok Selatan periode 2018-2023 di Padang Aro, Selasa.

Untuk Solok Selatan termasuk daerah yang memiliki ancaman bencana yang cukup kompleks seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung dan letusan gunung api.

Hal ini perlu disikapi bersama dengan memperkuat sumber daya PMI, dan juga membantu pemerintah dalam memperkuat masyarakat untuk lebih siap menghadapi segala ancaman bencana yang ada.

Ia menyebutkan, sukarelawan PMI di Solok Selatan masih sangat sedikit, bahkan di bawah standar kebutuhan ideal.

Idealnya PMI Solok Selatan memiliki Sukarelawan Korps Sukarela (KSR) minimal 30 orang yang tersebar di berbagai kecamatan.

Jika telah memiliki sukarelawan, PMI Solok Selatan akan lebih mudah dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu PMI Solok Selatan juga harus berkolaborasi dengan PMI terdekat seperti PMI Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dalam menyikapi ancaman letusan Gunung Kerinci.

Ketua PMI Solok Selatan Abdul Rahman, berharap ke depan bisa lebih baik lagi dalam melayani masyarakat sesuai visi misi PMI.

"Selama ini PMI hanya dikenal dengan donor darah padahal fungsinya lebih dari itu seperti tindakan kemanusiaan," ujarnya.
 
Top