Padang Pariaman, Terobos- Siapa yang tidak kenal dengan Cemilan berwarna Orange ini. Masyarakat Pariaman dan Padang Pariaman menyebutnya sala.Bentuknya bulat sebesar bola pingpong, warnanya kulit Orange kadang berwarna kuning kecoklatan, dagingnya lembut dan renyah serta  memiliki rasa daging ikan.

Makanan ini adalah cemilan khas Pariaman, Mayarakat menyebutnya dengan Sala atau sala lauak. Salak lauk merupakan makanan tradisional yang banyak dijumpai dipesisir pantai pariaman namun kini makanan itu telah banyak dijual di pasar pasar tradisional seperti Padang, Bukittinggi hingga Solok. 

menurut warga setempat membuat makanan ini tidaklah sulit ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu seperti tepung beras, ikan asin dan bumbu khas Sala kemudian digoreng dalam minyak goreng Panas. cara membuatnya sangat mudah, resepnya adalah tepung beras dicampur cabai merah, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, garam dan ikan asin yang dihaluskan, lalu adonan disiram air hangat.


Adonan tersebut dibentuk bulat sebesar bola pingpong lalu digoreng hingga menguning. Namun selama digoreng, jangan coba-coba untuk mengaduknya sebelum adonan mengeras karena akan berpotensi meletup.

Dipadang Pariaman Sala digunakan sebagai teman makan seperti Lontong, pecel, nasi dan sate. Jika ingin menikmati Makanan Khas pariaman ini dengan cita rasa tradisional orisinil berkunjunglah ke Pariaman. Dekat Makam syech Burhanudin.

Pada kawasan cagar budaya tersebut terdapat puluhan pedagang yang menyajikan penganan itu. Sala bulat dijual Rp 1.000 empat buah, sala ikan Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per buah tergantung ukuran, sala rakik Rp 1.000 per buah, sala rakik Rp 1.000 dan sala cumi Rp 4.000.

Salah seorang pedagang setempat, Eti(38) mengaku menjual sala sebagai mata pencarian. Sebab baginya menjual sala mendatangkan keuntungan dan keberkahan dalam keluarganya. Keuntungan yang didapatkan dari berjualan sala dan penganan goreng lainnya beragam, tergantung dari jumlah peziarah yang mendatangi makam.

Apalagi pemerintah telah ikut andil dalam hal penjualan sala. Pemerintah memberikan edukasi tentang cara penyajian makanan higienis. Sehingga masyarakat dapat menikmati sala yang higienis, sehat

Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Padang Pariaman, Nurhelmi mengatakan sala lauak menjadi salah satu penambah penghasilan warga di daerah itu.

"Bahkan untuk di Kawasan Makam Syekh Burhanuddin, berdagang sala lauk menjadi mata pencarian utama warga ," ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan kesadaran pedagang untuk lebih higienis dalam menyajikan penganan tersebut.

Hal tersebut karena sebagian besar pedagang di kawasan itu tidak meletakkan dagangannya di tempat tertutup agar terhindar dari debu, apalagi lokasi kiosnya berada di tepi jalan raya.

"Sekarang pedagang sudah mulai paham dampaknya semenjak diedukasi manfaat menyajikan dagangan higienis," kata dia. (Ms)
 
Top