Solok Selatan, mediaterobos.- Tahun 2018 Pemkab Solok Selatan akan meremajakan sekitar 200 hektar lahan sawit. Peremajaan dilakukan karena banyak lahan yang masih kosong dan beberapa pohon sawit yang sudah mati serta tidak berbuah lagi. Pemerintah akan membantu masyarakat memberi bantuan bibit sawit. Bantuan peremajaan lahan sawit ini bisa digunakan masyarakat untuk mengganti tanaman yang sudah tidak produktif maupun hasil dari bibit palsu yang hasilnya tidak maksimal.

Bila menggunakan bibit palsu hasil produksinya di bawah 50 persen, dan rata-rata hasil produksi sawit masyarakat hanya delapan ton per hektare per tahun, sedangkan maksimalnya bisa 20-25 ton per hektare per tahun. Untuk membedakan bibit palsu dan asli memang sulit, karena semuanya terlihat sama tetapi pada saat panen hasilnya akan berbeda jauh.

"Kami sekarang masih pada tahap sosialisasi kepada masyarakat. Sudah empat kelompok yang mengajukan proposal bantuan dengan luas lahan 198 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan Tri Handoyo Gunardi melalui Kepala Seksi Produksi Bidang Perkebunan Joko Nugroho, di Padang Aro, Rabu.

Sedangkan untuk mendapatkan bibit asli atau yang bersertifikat petani sebaiknya langsung membeli ke perusahaan resmi.

"Bantuan peremajaan ini bisa digunakan masyarakat untuk mengganti bibit palsu yang sudah terlanjur ditanam," ujarnya.

Untuk usia tanaman sawit yang tidak produktif setelah berusia lebih dari 25 tahun dan itu harus diremajakan untuk meningkatkan hasil.

Selain itu melalui APBD Solok Selatan 2018 juga diberikan bantuan pemantapan kelompok tani pengembangan bibit unggul.

Melalui program ini dialokasikan dana Rp100 juta dan ada tiga kelompok yang menerima bantuan bibit sawit dari pemerintah setempat.

Ketiga kelompok tersebut yaitu Sungai Simpai di Kecamatan Sangir Batang Hari dan Matahari Pagi di Sangir Balai Janggo masing-masing 850 batang bibit serta Pangian Indah Kecamatan Sangir Jujuan 800 batang.

Masih melalui APBD setempat juha diberikan bantuan kecambah kelapa sawit untuk tiga kelompok tani lengkap dengan pupuk, polibag, obat-obatan dan alat pertanian.
 
Top