Padang Pariaman, Terobos- Perkembangan media sosial tidak bisa lagi dibendung. Berbagai kejahatan banyak terjadi di media sosial. Kejahatan di media sosial berawal dari  Ujaran kebencian sehingga menimbulkan masalah dikemudian hari.
Letkol Arh Hermawansyah Komandan Distrik Militer (Dandim) 0308 Pariaman, Sumatera Bara,t meminta masyarakat menjadikan media sosial untuk meredam isu kebencian.
konten berupa teks, foto, dan video yang dibaca dan ditonton oleh warganet harus dipilah dan dicerna dengan bijak.
Bisa saja konten tersebut dapat menjadi doktrin dam menimbulkan ujaran kebencian di kalangan pengguna media sosial.

"Selama ini media sosial menjadi salah satu sarana berkembangnya doktrin yang dapat memicu permusuhan," kata dia saat pertemuan dengan sejumlah tokoh agama, adat, dan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman di markas Kodim 0308 Pariaman, Selasa.

Padahal, lanjutnya doktrin tersebut memang sengaja dibuat oknum tertentu guna memancing emosi sehingga terjadi perpecahan antaragama.

ia menghimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk dapat menetralisir informasi yang diperoleh agar doktrin tersebut tidak mudah memancing emosi pembaca dan penontonnya. Ia pun meminta masyarakat untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh anak-anaknya karena perkembangan teknologi sekarang memungkinkan anak-anak untuk melihat video dan bahkan memainkan permainan digital yang mengarah ke kerasan

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman mengatakan pihaknya baik dari kementrian sampai ke daerah terus berupaya menekan beredarkan hoaks atau berita bohong.  Pihaknya pun dalam waktu dekat akan memasang spanduk di sejumlah lokasi strategis. Spanduk itu berisi imbauan agar masyarakat tidak mudah mengambil informasi yang beredar.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Pariaman, Sofyan mengatakan Indonesia memang memiliki banyak perbedaan baik agama maupun budaya namun sebagai rakyatnya harus mencari persamaan.

"Mencari persamaan tersebut tentu bertujuan untuk terciptanya kesatuan," kata dia.
 
Top