Padang Pariaman, Terobos- Maraknya kasus keracunan makanan membuat badan BPOM Sumatera barat melakukan sidak ke berbagai wilayah. Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Kabupaten Padang Pariaman. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kandungan berbahaya yang sengaja dicampur pedagang  nakal ke dalam makanan. 

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat, Martin Suhendri menyatakan takjil yang dijual pedagang di sejumlah pasar Kabupaten Padang Pariaman bebas dari bahan berbahaya. Makanan di sejumlah pasar layak untuk dikonsumsi sebab tidak ditemukan bahan bahan kimia yang membahayakan para pembeli takjil.

"Kami telah memeriksa takjil yang dijual di empat pasar di Padang Pariaman selama dua hari," kata dia saat dikonfirmasi dari Padang Pariaman, Sabtu.

Keempat pasar tersebut yaitu Gasan Gadang dan Sungai Limau pada Kamis dan dilanjutkan Jumat di pasar 2x11 Enam Lingkung dan Lubung Alung.

dari keempat pasar tersebut tidak ditemukan bahan berbahaya. Namun untuk di Pasar Gasan Gadang, lanjutnya pihaknya menemukan bahan yang dijual serupa tepung atau kapur yang biasa digunakan untuk melunakkan daging dan merenyahkan gorengan. Tija adalah jenis bahan yang digunakan untuk tepung agar dapat merenyahkan makanan akan tetapi  penemuan bahan tersebut tidak pada takjil atau makanan tetapi bahan yang siap jual, ujar dia.

"Jika tepung itu mengandung borak maka akan berpengaruh pada gijal," katanya.

Ia pun mengimbau pedagang untuk tidak menggunakan bahan tersebut karena akan berdampak pada kesehatan.

Penemuan bahan berbahaya tersebut telah disampaikan secara lisan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala

Tindaklanjut tersebut dapat berupa menyampaikan bahaya penggunaan bahan itu untuk tubuh kepada pedagang agar tidak menjualnya lagi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Aspinuddin mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti penemuan tersebut.
 
Top