Padang Pariaman, Terobos- Ujian Nasional berbasis komputer di Sejumlah SMP di Kabupaten Padang Pariaman tercatat menemui kendala. Tercatat ada beberapa permasalahan yang mengakibatkan terganggunya jalannya ujian Nasional tersebut.

"UNBK dilaksanakan selama empat hari, selama itu ada beberapa permasalahan yang kita temukan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Rahmang di Parit Malintang, Jumat (27/4).

Permasalahan yang ditemukan yaitu tidak adanya jaringan Internet di kelas dan juga rusaknya Trafo di SMP Negeri 1 2x11 Enam Lingkung. Di hari kedua, server di SMP Negeri 1 2x11 Enam Lingkung terbakar yang diduga disebabkan oleh besarnya arus listrik sehingga ujian juga ditunda.

"Kami memaklumi permasalahan tersebut karena sekolah-sekolah itu melaksanakan UNBK mandiri untuk pertama kali," katanya. Apalagi, kata dia pelaksanaan UNBK melibatkan banyak pihak sehingga berkemungkinan ditemukannya permasalahan.

"Namun diharapkan ke depan tidak ada permasalahan yang dapat mengganggu pelaksanaan UNBK," ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Yunendri Eka mengatakan karena permasalahan tersebut terjadi penundaan pelaksanaan ujian sekitar 2 jam namun hal itu tidak mengganggu proses ujian siswa.

Ia menyebutkan tahun ini jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK SMP sederajat di daerah itu mencapai 21 sekolah dengan jumlah 3.045 siswa.

"Tiga dari 21 sekolah tersebut telah melaksanakan UNBK secara mandiri yang terdiri dari dua SMP dan satu MTsN," ujar dia. Sementara itu 14 SMP lain menumpang ke SMA dan SMK terdekat agar mereka dapat melanjutkan UNBK.
 
Top