Parit Malintang-Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menyediakan etalase di ruang pelayanan dinas setempat untuk mempromosikan hasil produk industri kecil menengah (IKM) di daerah itu.

"Ada sejumlah produk yang kita promosikan yaitu baju kurung peniti emas, bordir, sulaman timbul, anyaman, dan kerajinan lainnya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara di Parit Malintang, Rabu. 

Ia mengatakan produk tersebut diletakkan di dalam lemari kaca yang lokasinya berada di ruangan pelayanan perizinan dan non perizinan yang juga sekaligus ruang tunggu di dinas tersebut. 

Pada produk IKM tersebut juga dicantumkan harga dan alamat produksi agar warga dan investor yang akan mengurus izin usahanya di dinas itu dapat melihat produk-produk tersebut. 

"Tamu di sini kebanyakan pengusaha, jadi sambil menunggu izin keluar mereka bisa melihat atau berbelanja produk IKM kita," katanya. 

Ia berharap dengan dipajangnya produk IKM tersebut dapat menarik minat pengusaha besar atau pelaku bisnis untuk menjadikan pelaku usaha kecil sebagai mitra sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian warga di daerah itu. 

Ia menyebutkan saat ini di Padang Pariaman ada 1.702 IKM yang sedang berkembang yang tentunya membutuhkan promosi agar dikenal oleh masyarakat luas. 

"Oleh karena itu kita membantu mempromosikannya," ujarnya. 

Ia menjelaskan selain di kantor dinas tersebut produk IKM Padang Pariaman juga dapat diperoleh di pusat oleh-oleh yang dipusatkan di Kecamatan Nan Sabaris, tepatnya di sebelah kantor BRI Pauh Kambar. 

"Sedangkan untuk IKM cokelat dipusatkan di Malibou Anai, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam," kata dia. 

Ia mengatakan selain di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, produk IKM cokelat juga bisa didapatkan di Hotel Grand Inna Muara Padang. 

Ia mengimbau IKM di daerah itu segera untuk mengurus izin pangan rumah tangga dan izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk produk tertentu. 

"Hal ini penting untuk keamanan suatu produk sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli produk asal daerah itu," tambahnya. (*)


Sumber (Antaranews Sumbar)
 
Top