Padang Pariaman, Terobos-Cagar budaya adalah aset penting Daerah yang berpotensi untuk menjadi wisata. Perlu dilakukan revitalisasi dan menjaga cagar budaya sehingga dikembangkan untuk Pariwisata. Pemerintah Kabupaten padang Pariaman akan mengembangkan cagar budaya sehingga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata.

“Ada 25 cagar budaya di daerah itu yang terdaftar di Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar dan sekitar 15 hasil kebudayaan lagi sedang diusahakan untuk menjadi cagar budaya yang dilindungi. Namun jumlah yang ditemukan tersebut dinilai masih sedikit karena masih banyak cagar budaya yang belum terdata," Ujar Jonpriadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman

Menurutnya cagar budaya di daerah itu layak untuk dijadikan objek wisata. Adapun cagar budaya di daerah itu yang telah menjadi objek wisata yaitu di antaranya Makam Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis.

"Yang mana cagar budaya ini akan terus dikembangkan guna meningkatkan pendapatan warga setempat," ujarnya.

cagar budaya lain yang akan direnovasi yaitu "rumah putiah" atau rumah putih yang merupakan bangunan bekas kediaman Belanda. Lokasi rumah putiah tersebut berdekatan dengan objek wisata Lubuk Bonta yaitu di Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Sebelumnya, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harri Widianto mengatakan banyak nilai dan manfaat yang dapat diambil dengan adanya cagar budaya. Kita dapat memperkenalkan kebudayaan daerah kepada masyarakat

Dengan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda maka dapat meminimalisir pengaruh budaya barat yang merusak karakter anak akibat globalisasi. Selain itu, lanjutnya dengan dilestarikannya kebudayaan maka dapat dimanfaatkan untuk pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan cagar budaya. (Ms)
 
Top