Padang Aro-Pertemuan antara sopir truk pengangkut galian C dengan pihak perusahaan PT Supreme Energy Muaralabuh di Solok Selatan, Sumatera Barat, tertunda karena masih menunggu kehadiran pihak Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumbar. 

"Pembahasan antara pendemo, sopir truk pengangkut galian C untuk pembangunan infrastruktur di Supreme Energy Muaralabuh, dengan kami terkait dengan perizinan galian C sehingga dibutuhkan kehadiran pemerintah supaya semuanya jelas," kata Field Representative PT SEML Bujang Joan Datuak Panyalai, di Padang Aro, kamis. 

Para pendemo sudah berada di lokasi PT Supreme Energy Muaralabuh (PT SEML) sejak pukul 12.30 Wib dan sudah diterima pihak perusahaan di area perkantoran perusahaan tersebut yang berada di Pekonina, Kecamatan Pauh Duo. 

Akan tetapi pembahasan antara pendemo dengan perusahaan itu belum bisa dimulai karena menunggu kehadiran pemerintah setempat. 

"Kami sudah menghubungi pemerintah daerah dan mereka sedang menuju lokasi," kata dia. 

Kedatangan sopir truk itu untuk membahas tentang galian C guna pembangunan berbagai infrastruktur di lokasi proyek pengembangan panas bumi. 

Pihak perusahaan menginginkan semua galian C yang dimasukkan berasal dari lokasi yang memiliki izin lengkap sehingga pajaknya jelas. 

Di lokasi PT SEML saat ini pihak keamanan masih berjaga guna mengamankan lokasi. 

Polres Solok Selatan, mengerahkan 61 personil guna mengamankan demonstrasi sopir truk pengangkut galian C ke Supreme Energy Muaro Labuah.

"Berdasarkan rencananya demonstrasi ini diikuti oleh 200 orang dan kami sudah siagakan petugas di lokasi perusahaan guna pengamanan," kata Kapolres Solol Selatan AKBP M Nurdin. 

Dia mengatakan, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya wajar asalkan tidak anarkis. 

"Kami berharap peserta demo tertib dan tidak anarkis karena semua permasalahan pasti ada solusinya," ujarnya.

Sumber (Antaranews Sumbar)

 
Top