Padang Aro-Pemerintah pusat melalui tugas pembantuan provinsi membantu Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dalam mengembangkan kawasan cabai seluas 25 hektare.

"Pengembangan kawasan cabai seluas 25 hektare dengan nilai Rp725 juta di Kecamatan Sangir dan Pauah Duo," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Solok Selatan Risa Herfina di Padang Aro, Kamis.

Agar pengembangan kawasan cabai ini berhasil, pemerintah daerah mengajak petani melakukan penanaman di musim hujan dan peyiraman dilakukan dengan teratur.

Pengalaman tahun lalu, karena cuaca panas yang cukup lama membuat tanaman cabai mengalami penyakit keriting daun dan trips.

"Oleh sebab itu tahun ini disiasati penanaman pada musim hujan sehingga pertumbuhannya juga bagus," ujarnya.

Untuk menggenjot produksi cabai, Dinas Pertanian Solok Selatan melakukan penyuluhan lebih intensif, melalui tenaga penyuluh yang tersebar di setiap Nagari.

Baca juga: Harga cabai merah semakin "pedas" di Kota Padang

Selain itu melaksanakan sekolah lapangan (SL) kepada kelompok tani, sehingga petani memiliki tambahan pengetahuan bagaimana cara budidaya yang baik, perawatan serta pemeliharaan tanaman serta mengatasi hama penyakit.

Untuk tahun ini target panen cabai merah seluas 570 hektare sehingga pasokan tidak terganggu.

Sepanjang 2017 luas tanam cabai merah Solok Selatan mencapai 574 hektare dengan produksi 34.466 kwintal.

Sedangkan untuk cabai rawit luas tanamnya mencapai 401 hektare pada 2017.

Petani cabai di Lubuak Gadang Timur Arif (27) mengatakan untuk masa tanam akhir tahun 2017 sampai sekarang pertumbuhan cabai cukup bagus.

"Sekarang cukup banyak peteni menanam cabai karena kondisi cuaca serta harganya cukup mendukung," ujarnya.

Masyarakat saat ini tidak hanya menanam cabai merah tetapi banyak juga yang mengembangkan rawit.

Petani cabai rawit Ide (38) mengatakan, perawatan rawit lebih enteng dibandingkan cabai merah sehingga banyak petani yang membudidayakannya.

"Umur cabai rawit juga lebih lama dibanding cabai merah sehingga menarik minat petani," katanya.

Cabai rawit miliknya bisa panen setiap dua minggu dengan hasil mencapai 300-400 kilogram. 

 Sumber (Antaranews Sumbar) 
 
Top