Padang Aro-Sejumlah kendala membuat lambatnya pencapaian peningkatan kesejahteraan masyarakat Solok Selatan, seperti kualitas sumber daya manusia, kelembagaan dan struktur sosial ekonomi dan ketersediaan infrastruktur yang kurang mendukung. 

"Kita memiliki sumber daya alam yang cukup potensial tetapi belum bisa mendatangkan rata-rata tingkat pertumbuhan pendapatan yang diharapkan untuk kesejahteraan masyarakat karena berbagai permasalahan seperti kualitas sumber daya manusia, masalah pada kelembagaan serta ketersediaan infrastruktur yang kurang mendukung," katanya Asisten I Setdakab Solok Selatan Fidel Efendi saat pembukaan Musrenbang Kecamatan Sangir Balai Janggo, di Padang Aro, Selasa. 

Menurutnya kondisi-kondisi yang menjadi penyebab lambatnya pencapaian peningkatan kesejahteraan masyarakat inilah yang semestinya di bahas bersama-sama secara dasar. 

Dalam pembahasannya harus diperhatikan aspek pembangunan sumber daya manusia yang memiliki tiga pilar utama yaitu pendidikan, kesehatan serta pembangunan kehidupan beragama, sosial dan budaya. 

Aspek lainnya yang tidak kalah pentingnya katanya, adalah peningkatan pembangunan sektor ekonomi kerakyatan terutama berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, serta pengembangan pariwisata daerah. 

Khusus Kecamatan Sangir Balai Janggo merupakan Kecamatan yang paling banyak memiliki investasi bidang perkebunan baik yang dimiliki oleh perusahaan besar maupun masyarakat sendiri. 

Selain itu, kehadiran objek wisata goa batu kapal sebagai salah satu destinasi unggulan di Solok Selatan yang diharapkan mempunyai dampak beragam terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Berbagai keunggulan dan potensi tersebut katanya belum mampu mengatasi permasalahan kemiskinan di Sangir Balai Janggo. 

"Indek Pembangunan manusia yang menjadi indikator tingkat kesejahteraan masyarakat masih menjadi masalah di Kecamatan Sangir Balai Janggo," ujarnya. 

Ia mengajak, peserta Musrenbang kecamatan untuk menghimpun berbagai usulan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik yang akan didanai APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, serta melalui dana Coorporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang ada. 

Pemerintah yakin selama ini perusahaan yang ada di Kecamatan Sangir Balai Janggo telah banyak membantu masyarakat sekitarnya namun mungkin belum begitu terpublikasi atau terdokumentasi. 

Camat Sangir Balai Janggo Muslim mengatakan di Kecamatan itu ada tujuh perusahaan dan telah menyalurkan CSR sepanjang 2017. 

"Selama ini penyalauran CSR pada umumnya tertuju kepada kegiatan sosial dan cagar budaya dan pada 2018 diharapkan diarahkan ke pengembagan objek wisata goa batu kapal," katanya. 

Pihaknya banyak membangun di goa batu kapal seperti pembukaan jalan, pengerasan lapangan parkir, pembuatan embung, perataan lapak jualan.


Sumber   (Antaranews Sumbar)

 
Top