Padang Aro-Bupati  Muzni Zakaria kembali tegaskan, dirinya akan memantau pejabat di lingkungan Pemkab. Solsel, terkait pelaksanaan shalat berjamaah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ungkapan itu disampaikan orang nomor satu di kabupaten berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang ini saat apel bendera di halaman kantor bupati di Timbulun, Senin (26/3).
“Bahkan 40 hari ke depan, bupati langsung mengevaluasi kegiatan shalat berjemaah para pejabat dan ASN,” kata Kabag Humas Sedakab. Soslel Firdaus Firman.

Muzni juga memerintahkan untuk mengganti pejabat yang tidak mau melakukan shalat berjemaan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing itu.

Selain shalat berjemaah, bupati juga menegaskan tentang perjuangan Pemerintah Solok Selatan untuk pelaksanaan pembangunan masjid agung di area perkebunan PT. Mitra Kerinci yang saat ini masih terjadi konflik terkait pembebasan lahan.

Masih menurut Firdaus Firman, saat tea morning (minum teh pagi) para pejabat di Solsel, yang dipimpin Wakil Bupati H. Abdul Rahman, masih membahas, terkait rumitnya pembebasan lahan untuk pembangunan Masjid Agung Solok Selatan oleh PT Mitra Kerinci.

Wabup  menyampaikan, dalam pertemuan dengan para raja-raja dan ninik mamak se-Rantau XII Koto, telah mendapat masukan dan pertanyaan dari ninik mamak terkait kendala pembebasan lahan.

Akhir dari rangkaian, aspirasi para ninik mamak yang merupakan bagian dari keinginan seluruh masyarakat Solok Selatan terkait pembangunan rumah ibadah.

Sesegera mungkin pembangunan masjid itu dapat dilaksanakan, kerena anggaran untuk pembangunanya telah ada dalam APBD Solok Selatan 2018. Bahkan pelaksanaan kegiatan ini juga telah masuk ke LPSE Solsel untuk ditenderkan.

Sumber Singgalang
 
Top