Parit Malintanang-Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat membekali pemandu wisata pelatihan terpadu penanganan kecelakaan setelah tenggelamnya wisatawan asal Bukittinggi di Objek Wisata Lubuk Nyarai Kecamatan Lubuk Alung beberapa waktu yang lalu.

" Pelaksanaan pelatihan diisi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman pada 1-2 Maret 2018 ," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Jon Kenedi di Parit Malintang, Sabtu.

Ia mengatakan pelatihan yang dilakukan berisi materi dan praktik dalam menangani korban tenggelam dan kecelakaan lainnya.

Tujuan dari pelatihan tersebut yaitu agar pemandu wisata dapat cepat menangani wisatawan yang mengalami kecelakaan baik karena terjatuh maupun tenggelam di lokasi minat khusus.

Dengan adanya tindakan cepat tersebut maka dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan dari kecelakaan yang dialami wisatawan, katanya.

Ia mengatakan pada pelaksanaan pelatihan tersebut, pihaknya juga menyeleksi pemandu wisata sehingga kualitas kemampuan dan psikologis pramuwisata di daerah itu akan semakin baik.

"Dan kita juga akan memperketat aturan yang ada," ujarnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Sadar Wisata Lubuk Alung Advanture, Ritno Kurniawan mengatakan pelatihan tersebut diikuti oleh 50 peserta dari pemandu wisata Lubuk Nyarai.

"Pelatihan ini sangat kami butuhkan karena selain menambah pengetahuan pemandu juga sebagai pendukung objek minat khusus sehingga dapat menjamin keselamatan wisatawan," kata dia.

Ia mengungkapkan sejak meninggalnya siswa asal Bukittinggi serta cuaca yang tidak mendukung berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Lubuk Nyarai.

"Pengurangan tersebut sekitar 50 persen dari yang biasanya jumlah kunjungan wisatawan pada hari libur bisa mencapai 200 orang," ujar dia.

Korban yang meninggal di Ojek Wisata Lubuk Nyarai tersebut adalah Muhammad Yoga Ananda yang merupakan siswa SMA 3 Kota Bukittinggi.

Korban datang pada Selasa (20/2) dengan 21 temannya. Korban diduga mengalami kram kaki pada saat berenang sehingga tenggelam di pemandian alam Lubuk Nyarai.

  Sumber (Antaranews Sumbar )
 
Top