Padang Aro-Sebanyak 797 siswa SMP sederajat di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada 2018 laksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sedangkan sisanya 1.065 siswa ujian dengan kertas dan pensil.

"Baru delapan SMP yang siap melaksanakan UNBK tahun ini dengan jumlah siswa 797 orang sedangkan 30 lagi dengan total 1.065 siswa masih Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP)," Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Solok Selatan, Adriono, di Padang Aro, Rabu.

Dia mengatakan, dari delapan sekolah yang mengikuti UNBK tiga diantaranya menumpang di sekolah lain.

Tiga sekolah yang menumpang tersebut yaitu adalah SMPN 1 di Pasar Muaralabuh, SMPN 2 di Kampung Terandam m dan SMPN 33 Solok Selatan di Bangko Bomas.

"Ketiga sekolah ini menumpang UNBK di SMKN 1 Solok Selatan karena belum memiliki peralatan," katanya.

Dia berharap, sekolah yang melaksanakan UNBK agar merampungkan dan mematangkan persiapannya supaya saat pelaksanaan tidak ada kendala.

Sistem ujian berbasis komputer pada dasarnya sangat diperlukan karena mampu meminimalkan kecurangan siswa tetapi karena belum semua sekolah yang memiliki fasilitas tersebut sehingga baru beberapa yang melaksanakannya.

Dia mengatakan, pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Solok Selatan merupakan yang pertama kalinya pada tahun ini, sehingga diperlukan persiapan yang matang serta menyiasati kekurangan fasilitas dalam pelaksanaannya, seperti komputer, server.

Sepuluh sekolah yang melaksanakan UNBK tahun ini, ada yang meminjam perangkat server dan laptop pada sekolah lain yang belum melaksanakan UNBK Sedangkan tiga sekolah lagi menumpang di SMKN 1 Solok Selatan.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Trina Rasiti menambahkan tahun ini Solok Selatan mendapat DAK pengadaan perangkat pelaksanaan UNBK sebanyak tiga paket.

Tiga paket tersebut diperuntukan untuk SMPN 10 Solok Selatan di Sungai Kalu, SMPN 3 Solok Selatan di Padang Aro dan SMPN 2 Solok Selatan di Kampung Terandam.

"Kami juga sudah mengusulkan pengadaan perangkat untuk UNBK ini lewat APBD Solok Selatan tetapi belum bisa di akomodir," katanya.

Kepala SMP 1 Solok Selatan Yuges Oktris mengatakan sekolahnya pada tahun ini melaksanakan UNBK dengan menumpang di SMKN 1 Solsel.

Hal ini disebabkan, sekolah tersebut hanya memiliki 14 unit laptop, sedangkan server untuk perangkat utama pelaksanaan UNBK sekolah ini tidak punya.

"Kami sudah sering mengusulkan fasilitas untuk bisa melaksanakan UNBK ini, akan tetapi entah kenapa proposal kita itu sering hilang atau tidak ditemukan, itu alasan orang Dinas Pendidikan," katanya.

Sumber (Antaranews Sumbar)
 
Top