Padang Aro-Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Sumatera Barat Basrial mengungkapkan 7.000 penduduk di daerah itu merupakan pengangguran.

"Jumlah penduduk Solok Selatan berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri sekitar 176 ribu dan 7.000 diantaranya atau 5,7 persen merupakan pengangguran," katanya di Padang Aro, Jumat.

Dia menjelaskan kategori pengangguran dibagi dua yaitu tertutup dimana seseorang bekerja tetapi gajinya di bawah upah minimum provinsi (UMP) dan terbuka yang tidak bekerja sama sekali.

Untuk pengangguran terbuka jumlahnya 2,7 persen dan yang tertutup 3 persen.

UMP Sumbar sendiri saat ini Rp2,1 juta, sementara 3 persen pengangguran di Solok Selatan terima gaji atau berpenghasilan di bawah Rp2,1 juta.

Untuk menuntaskan pengangguran sendiri katanya, tidak akan bisa karena masih banyak penghasilan masyarakat dibawah UMP serta jumlah penduduk terus bertambah.

Dia menyebutkan untuk mengurangi angka pengangguran setiap tahun pihaknya melatih masyarakat yang tidak bekerja sama sekali.

"Dengan keterampilan mereka memiliki kemampuan sehingga bisa menciptakan usaha dan lapangan kerja sendiri," ujarnya.

Tahun ini pemerintah setempat akan melatih 304 Tenaga Kerja Mandiri (TKM) agar memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja sendiri dan mengurangi pengangguran.

Pelatihan yang diberikan berupa keterampilan menjahit untuk 112 orang yang terdiri dari tujuh angkatan, tata boga 64 orang dibagi empat angkatan.

Selanjutnya keterampilan las 64 orang dibagi empat angkatan, otomotif sepeda motor 48 orang untuk tiga angkatan, dan mobiler satu angkatan 16 orang.

Selain itu pihaknya juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang lowongan pekerjaan.

Sumber (Antaranews Sumbar)
 
Top