Parit Malintang-Perantau Minangkabau asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Arisal Azis menyediakan sekitar 43 ribu Al-Quran untuk dibagikan kepada warga kabupaten itu.

"Pemberian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecintaan warga terhadap Al-Quran," kata koordinator pembagian satu Al-Quran per keluarga dan kegiatan lainnya, Maymuspi saat pembagian kitab suci itu di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Sabtu malam (10/2).

Ia merincikan sekitar 35 ribu Al-Quran telah dibagikan kepada siswa-siswi di kabupaten itu dan ditambah dengan sekitar delapan ribu lagi dengan sistem pembagian satu Al-Quran per keluarga di Kecamatan V Kota Kampung Dalam.

Pembagian Al-Quran kepada warga di Kecamatan V Koto Kampung Dalam tersebut merupakan tahap pertama, karena nanti akan dilanjutkan ke Kecamatan V Koto Timur, dan seterusnya sampai ke seluruh kecamatan di kabupaten itu.

Ia mengatakan penggunaan Al-Quran yang dibagikan per keluarga tersebut tidak saja untuk dibaca oleh anggota keluarganya namun untuk menjalankan program keagamaan yang dibentuk.

Adapun program tersebut yaitu di antaranya lomba baca Al-Quran serta sebagai penunjang didikan subuh per korong yang mana biaya operasionalnya juga ditanggung Arisal Azis.

"Operasional yang ditanggung beliau untuk didikan subuh sebesar Rp2 juta rupiah per korong," katanya.

Ia meminta semua warga di daerah itu ikut membantu dalam menyukseskan program tersebut agar daerah itu bisa menjadi kampung Al-Quran.

Selain menyediakan Al-Quran, lanjutnya Arisal Azis juga menyantuni anak yatim yang rencananya di tingkat kabupaten dan penyebaran ribuan bibit ikan ke sungai di Kecamatan V Koto Kampung Dalam.

Selain itu, dia juga akan memberikan satu korong satu sapi kepada warga miskin yang pengelolaannya digilir ke warga miskin lainnya setelah ternak tersebut melahirkan.

Ia juga berharap dalam menjalankan program tersebut Arisal Azis tidak mendapat gangguan yang berarti agar rencana besar tersebut dapat berjalan.

Sementara itu, Arisal Azis meminta warga di daerah itu untuk mendukung rencana tersebut dengan membaca kitab suci yang telah dibagikan dan mengizinkan anaknya untuk mengikuti didikan subuh.

"Tujuannya agar warga dan anak-anak di daerah itu mencintai Al-Quran, karena saya ingin kampung halaman saya mencintai Al-Quran," ujarnya.

Oleh karena itu, melalui didikan subuh, TPA dan TPSA diharapkan anak-anak tersebut dapat membaca Al-Quran dengan baik, mengerti, dan memahami maknanya.

"Nanti akan diadakan pertandingan, bagi yang menang akan dibiayai untuk menjalankan ibadah umrah," kata dia.

Untuk menjalankan program tersebut termasuk membuat pesantren anak yatim dan pesantren mualaf di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, ia menyerahkan pengelolaannya kepada Yayasan Al-Aziz.

 
Top