Parit Malintang-Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menyediakan 10 penginapan atau homestay di Desa Wisata Lambeh, Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging daerah setempat.

"Ke 10 penginapan itu menggunakan rumah warga setempat yang telah menyatakan bersedia rumahnya menjadi penginapan," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman, John Kenedi saat sosialisasi homestay di Sungai Geringging, Rabu. 

Ia mengatakan sebelum 10 penginapan tersebut dibuka untuk umum, pihaknya terlebih dahulu merenovasi serta melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung desa wisata agar wisatawan dapat nyaman menginap. 

Untuk merenovasi, dan melengkapi sarana dan prasarana itu, lanjutnya pihaknya menggunakan dana pokok pikiran Ketua DPRD Padang Pariaman, Faisal Arifin senilai Rp200 juta. 

Renovasi yang dilakukan hanya untuk yang diperlukan saja di antaranya kamar melengkapi kasur, dan kamar mandi. 

Seterusnya pihaknya menyediakan tenda untuk wisatawan yang berminat berkemah di hutan pinus di kawasan objek wisata Bukit Siriah Mountain View. 

Agar penginapan tersebut diterima wisatawan maka dalam renovasi tersebut pihaknya menggunakan jasa konsultan. 

Selain Faisal Arifin, lanjutnya Anggota Komisi III DPRD Padang Pariaman dari Fraksi PKS, Jon Hendri juga menyalurkan dana pokok pikirannya sebesar Rp100 juta untuk membangun lokasi parkir. 

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Padang Pariaman, Wiwik Herawati mengatakan untuk sementara baru 10 penginapan yang dipersiapkan namun telah ada 10 warga lagi yang bersedia menjadikan rumahnya sebagai penginapan. 

Ia menyebutkan ada dua potensi desa wisata di Korong Lambeh yaitu alam dan budaya oleh karena itu warga di daerah itu harus memanfaatkan hal tersebut agar potensinya dapat dimanfaatkan. 

"Hal ini dapat menjadi keuntungan warga untuk mengembangkan paket wisata di antaranya memandikan kerbau dan memasak rendang," katanya. 

Sementara itu, Faisal Arifin meminta warga di daerah itu untuk mengemas pelayanan dan mendorong menciptakan kuliner khas guna menarik wisatawan.

"Hal tersebut tidak saja terfokus pada objek wisata, namun juga ke daerah lain," ujarnya. 

Meskipun objek wisata ada di Korong Lambeh namun karena nagari atau korong lain memiliki kuliner yang enak maka dampak pariwisata tidak saja pada satu lokasi, namun bisa menyebar ke daerah lain. 

Ia berharap kelompok sadar wisata terus mengawasi dan membimbing sepuluh warga yang rumahnya dijadikan penginapan. 

Selain itu untuk pemilik rumah ia berharap berkoordinasi dengan pemangku adat agar budaya setempat tetap terjaga. (*)

Sumber (Antaranews Sumbar)

 
Top