Solsel-Kabupaten Solok Selatan genap berusia 14 Tahun tepatnya 7/1 2018 .Bupati Solok Selatan, H. Muzni Zakaria menyerahkan 7 (tujuh) unit Medium Bus kepada setiap kecamatan yang ada di Kabupaten tersebut.Penyerahan berlangsung pada malam puncak resepsi HUT Kabupaten Solok Selatan ke-14 di Padang Aro, Minggu (7/1).

Bupati mengatakan, pemerintah menyediakan Bus Operasional tersebut diutamakan untuk Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) seluruh Solok Selatan. Dan operasional bus tersebut di atur oleh masing-masing kecamatan.

“Bus operasional ini dapat meningkatkan keagamaan pada BKMT di setiap kecamatan dalam rangka memperkokoh Ukhuwah Islamiyah yang bermuara pada terpeliharanya rasa persatuan dan kesatuan,” kata Bupati.

Sebelumnya pada tanggal 11 Desember 2017, telah diserahkan juga 5 buah Micro bus kepada 5 Nagari yang memiliki Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Pada 7 Januari 2004 atau 14 tahun lalu, Solok Selatan menjadi sebuah kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Kabupaten Solok.

Hal ini ditetapkan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2003 bersamaan dengan dua Kabupaten lainnya di Sumbar yaitu Dharmasraya dan Pasaman Barat.

Bupati Solsel Muzni Zakaria menyebutkan di usia Solsel yang memasuki 14 tahun ini merupakan momentum untuk mengevaluasi segala pencapaian daerah selama ini. Dikatakannya, hal itu sebagai wadah untuk dan rujukan untuk berbuat yang lebih baik lagi ke depannya.

"Di usia 14 tahun Solok Selatan kita evaluasi kembali apa yang sudah kita kerjakan, melihat sudah sejauh mana pencapaian kita dalam membangun daerah ini. Baik pembangunan infrastruktur, fasilitas umum termasuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Pada prosesnya, membangun Solok Selatan memang tak terlepas dari kendala. Namun kendala utamanya adalah keterbatasan anggaran. Kendala lain yang berhubungan dengan masyarakat sejauh ini sudah sangat efektif diatasi, seperti pembebasan lahan dan lainnya.

Persoalan kekurangan dana dalam membangun menjadikan program yang telah dirancang lambat terealisasi. Hal itu turut berimbas pada perlambatan kemajuan Kabupaten itu dan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya, meskipun dikemas dan dikelola oleh tangan-tangan yang enerjik.

Persoalan demikian tidak hanya di alami Solok Selatan tetapi juga menyasar pada pemerintah pusat dan Pemprov Sumbar. Akibatnya Solok Selatan yang memiliki infrastruktur seperti jalan nasional dan provinsi yang menjadi kewenangan pusat dan Pemprov, juga terkendala perbaikannya dengan alasan keterbatasan anggaran.

Jalan nasional dan provinsi yang melintasi daerah kita ini mendapat perbaikan sebatas pemeliharaan saja. Ini tentu akan memiliki multiefek yang kontradiktif dengan program-program kemajuan daerah, bisa mengganggu wisatawan yang akan berkunjung, sulit memasarkan potensi daerah ke luar seperti hasil alam.

"Harapan kami ke depan pemerintah pusat lebih memprioritaskan pembangunan jalan nasional Lubuk Selasih-Kerinci yang melewati Solok Selatan", ujarnya.

Dalam kondisi yang serba terbatas itu, Solok Selatan tetap bisa meraih dan mengukir berbagai prestasi yang membanggakan selama kepemimpinan.Sebut saja raihan WTP pertama kali untuk laporan keuangan, Swasti Saba Padapa pertama sebagai kabupaten sehat, berbagai catatan rekor MURI untuk wisata, juara I Anugerah Pesona Indonesia untuk petkampungan adat terpopuler pada Seribu Rumah Gadang dan lainnya.

Bukan itu saja srpanjang 2017 ada 15 prestasi yang diperoleh Solok Selatan baik tingkat Provinsi maupun Nasional.Di tahun kedua kepemimpinannya ini, di samping masih berjuang membangun infrastruktur, sarana dan prasarana umum, Muzni mengaku masih memfokuskan pembangunan melalui sektor pariwisata.

Untuk APBD 2018 Solok Selatan merupakan yang tercepat di Sumbar dan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.Dalam tata pemerintahan pihaknya menargetkan penerapan E-Government yang berbasis manajemen elektronik. Namun, untuk tahun ini katanya Solsel baru mampu mematok target 90 persen penerapan E-Government lantaran sejumlah titik wilayah di Kabupaten tersebut masih terdapat blank spot.Tahun ini Solok Selatan juga akan berupaya membebaskan Solok Selatan dari blank spot.

"Yang paling utama adalah mengeluarkan Solok Selatan dari status daerah tertinggal," katanya.
Tekad Solok Selatan untuk keluar dari daerah tertinggal didukung dengan program nyata dilapangan.
Salah satu upayanya setiap Nagari dalam setahun diharuskan membangun 10 jamban, sedangkan melalui APBD pada 2017 juga terus dibangun.

Peringatan 14 tahun Solok Selatan juga berlangsung meriah walaupun saat malam resepsi disiram hujan.Saat peringatan 14 tahun Solok Selatan juga kedatangan tamu dari Kavupaten lain dan Agam langsung di hadiri Bupatinya Indra Catri beserta wakilnya.(*)

 
Top