Parit Malintang-Ratusan warga Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar) antusias menyaksikan ajang balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) yang melewati jalur Padang-Bukittinggi.

"Event ini diselenggarakan sekali setahun jadi sayang untuk dilewatkan," kata salah seorang warga setempat sambil menggendong anaknya, Firman di Simpang Lintas, Lubuk Alung, Sabtu (18/11).

Meskipun ia dan warga lainnya menunggu para pebalap melintasi daerah sekitar setengah jam namun tidak menyurutkannya untuk melihat perlombaan tersebut.

Karena TdS merupakan balap sepeda berkelas internasional sehingga menurutnya perlombaan tersebut pantas untuk disaksikan.

Warga mengabadikan momen melintasnya para peserta TdS dengan gawai atau gadget masing-masing dan memutar hasil rekamannya setelah para pebalap melintasi daerah itu.

Salah seorang warga lainnya, Yeni Amiriani mengaku merasa tertarik untuk melihat perlombaan tersebut karena selama ini hanya melihat dari media saja.

"Selama ini saya merantau dan kebetulan saya pulang beberapa bulan lalu," ujarnya.

Menurutnya even TdS ini perlu didukung agar Sumbar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Sementara itu kepolisian setempat telah mulai menutup sejumlah persimpangan di daerah itu sekitar pukul 11.30 WIB sedangkan para peserta TdS melewati daerah itu sekitar pukul 12.00 WIB.

Jalan pun kembali dibuka setelah semua peserta lomba melintasi daerah tersebut pada pukul 12.21 WIB.

Sebanyak 103 pebalap dari 19 tim mengawali kejuaraan balap sepeda internasional TdS 2017 di Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar menuju Kota Padang. (*)

Sumber (Antara Sumbar
 
Top