Parit Malintang-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpera) mulai melakukan pembangunan tahap akhir Irigasi Anai Tahap II yang akan selesai pada 2019.

"Apabila ini selesai maka ada sekitar 13.604 hektare sawah yang akan dialiri oleh Irigasi Anai," kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Maryadi Utama di Padangpariaman, Senin (20/11).

Hal itu disebutkannya saat peletakan batu pertama penyelesaian pembangunan Irigasi Anai tahap II di Bendungan Anai, Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin.

Pembangunan penyelesaian Irigasi Anai tahap II tersebut merupakan lanjutan pembangunan irigasi yang airnya diambil dari Batang Anai yang sebelumnya hanya mengaliri 10.315 hektare sawah.

Ia menyebutkan dengan pembangunan tersebut maka dapat mengiliri 3.289 hektare sawah lagi.

"Total anggaran yang digunakan untuk penyelesaian Irigasi Anai tahap II ini yaitu Rp143 miliar," katanya.

Pembangunan irigasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Peningkatan perekonomian tidak saja melalui hasil panen padi namun juga dapat dimanfaatkan untuk usaha lainnya di antaranya untuk pariwisata.

"Sehingga dibangunnya irigasi ini banyak manfaat yang didapatkan guna meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah dan warga setempat untuk mendukung pembangunan serta menjaga irigasi tersebut agar tidak cepat rusak.

Kasubdit Irigasi Wilayah Barat yang mewakili Direktur dan Rawa Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR Ahmad Zubaidi meminta pemerintah setempat untuk membebaskan lahan guna pembangunan irigasi tersebut.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh lahan yang belum bebas tersebut berada di Kecamatan Pariaman Selatan di Kota Pariaman.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan dengan adanya lanjutan pembangunan Irigasi Anai tahap II maka dapat semakin membantu petani di daerah itu.

"Sebelum adanya Irigasi Anai, petani kami hanya menggunakan air tadah hujan untuk mengairi sawahnya," terang dia.

Dengan pengairan menggunakan tadah hujan tersebut maka petani hanya bisa menggarap sawahnya satu kali setahun namun semenjak adanya Irigasi Anai maka panen padi bisa mencapai dua kali setahun, ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus membantu pembangunan dan menjaga irigasi tersebut karena bangunan tersebut dibutuhkan masyarakat setempat.

Ia berharap dengan adanya lanjutan pembangunan tersebut serta didorong oleh dinas terkait maka petani di daerah itu dapat menggarap sawahnya lima kali dalam dua tahun. (*)

Sumber (Antara Sumbar
 
Top