Parit Malintang-Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mengharapkan trase baru tol Padang-Sicincin lebih banyak menggunakan trase lama agar pembangunannya dapat selesai 2019.

"Jika mencari trase baru seluruhnya maka ditakutkan pembangunan tol tersebut tidak selesai sesuai dengan target yaitu tahun 2019," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, Jonpriadi saat menjawab digunakannya trase baru tol Padang-Sicincin, Parit Malintang, Rabu (29/11).

Ia mengatakan apabila mencari trase baru maka untuk mencari lahannya akan memakan waktu yang lama.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan pembangunan trase baru tol Padang-Sicincin lebih banyak menggunakan trase lama yang lahannya sudah dibebaskan oleh pemerintah setempat.

Ia mengatakan meskipun pihaknya berharap digunakannya sebagian besar trase lama untuk trase baru namun segala keputusan diserahkan kepada pemerintah pusat.

Ia juga mengatakan meskipun trase lama tidak digunakan untuk pembangunan jalan tol tapi pihaknya memastikan jalan tersebut tidak akan terbuang percuma.

"Tentu kita akan tetap memanfaatkannya karena jalan itu telah menjadi aset provinsi," ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Arie Yurwin memastikan jalan Tol Padang-Pekanbaru menggunakan trase baru yang dinilai lebih aman secara hukum dan bisa menghemat anggaran untuk ganti kerugian.

"Jika menggunakan trase lama dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih dalam pemberian ganti kerugian yang bisa berimplikasi hukum," kata dia di Padang, Selasa (28/11).

Ia mengatakan itu usai menghadiri Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tanah untuk Jalan Tol Padang-Pekanbaru di Padang.

Keputusan itu berbeda dengan harapan Pemerintah Provinsi Sumbar yang disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit sehari sebelumnya.

Arie mengatakan trase lama seperti keinginan dari Pemerintah Provinsi Sumbar itu telah dievaluasi di pusat dan diputuskan lebih efektif menggunakan trase baru. (*)

Sumber (Antara Sumbar)
 
Top