Solsel-Dua kabupaten dari Provinsi Sumatera Barat dan satu kabupaten dari Jambi meminta penjelasan tentang perbaikan jalan nasional Lubuak Selasih-Kerinci kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).


Wakil Ketua DPRD Solok Selatan Armen Syahjohan saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan dalam rapat terbatas tersebut Direktur Jenderal Bina Marga berjanji akan segera memperbaiki jalan Lubuk Selasih-Kerinci minimal bisa dilalui ajang Tour de Singkarak (TdS) pada Oktober 2017.

Ketika kabupaten yang menemui Dirjen Bina Marga itu, yakni Kabupaten Solok, Solok Selatan dan Jambi.

"Dirjen Bina Marga sudah memerintahkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah III Padang untuk segera memperbaiki jalan rusak tersebut minimal bisa dilalui pebalap TdS dulu," ujarnya.

Pertemuan dengan Dirjen Bina Marga tersebut dihadiri Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumbar Rosman Efendi, Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, anggota DPRD Sumbar Irwan Afriadi serta pimpinan DPRD Kabupaten Solok Selatan, Solok dan Kerinci beserta dinas terkait.

Kerusakan bukan saja jalan berlubang, melainkan juga jalan amblas. Kerusakan jalan mulai terlihat dari Lubuk Selasih hingga perbatasan Kerinci, Jambi.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga telah mengirimkan surat kepada pemerintah provinsi dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar agar segera memperbaiki jalan nasional Padang-Kerinci yang banyak rusak.

Sebelumnya Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria berharap perbaikan jalan nasional dari Lubuk Selasih Kabupaten Solok hingga ke perbatasan Kerinci bisa selesai sebelum ajang Tour de Singkarak (TdS) 2017 digelar.

"Kita sudah meminta secara lisan maupun tulisan agar perbaikan ruas jalan nasional Lubuk Selasih-Kerinci yang melintasi Solok Selatan dipercepat, dan sudah selesai sebelum ajang TdS," kata dia.

Dia menyebutkan, untuk akses ke Solok Selatan jalan ini merupakan satu-satunya dari pusat provinsi.

Solok Selatan sendiri pada 2016 batal menggelar TdS karena kondisi jalan yang tidak layak dilalui pebalap.

Sebelumnya Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata RI, Raseno Arya menyebutkan ajang balap sepeda internasioanl Tour de Singkarak akan dilaksanakan pada Oktober 2017.

Ia mengharapkan pembatalan Kabupaten Solok Selatan menjadi salah satu daerah yang dilalui pebalap di TdS 2016 karena kondisi jalan yang tidak memadai tidak terjadi lagi pada gelaran tahun ini. (*)
 
Top