Padang Aro-Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Muzni Zakaria berharap populeritas kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) di Nagari Koto Baru menjadi rangsangan agar masyarakat daerah itu melestarikan rumah adat Minangkabau tersebut.

"Rumah Gadang di Solok Selatan bukan hanya di Koto Baru, melainkan dari Ulu Siliti hingga Abai kita memiliki beragam rumah gadang dengan ciri khas masing-masing," ujarnya di Padang Aro, Kamis (16/11).

Bupati mencontohkan rumah gadang di Sangir Batang Hari yang didominasi dengan Rumah Gadang yang panjang. Bahkan, terdapat rumah gadang dengan 21 ruang yang hingga kini masih dimanfaatkan oleh pemilikinya sebagai tempat tinggal.

Sementara dijadikannya Kawasan SRG yang terletak di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, sebagai ikon wisata di daerah itu, sebagai upaya pemerintah setempat dalam memperkenalkannya destinasi wisata kampung adat itu ke se-antero nusantara, bahkan dunia.

"SRG itu se-Solok Selatan, kawasannya saja di Koto Baru. Populeritas Koto Baru ini akan memperluas ke semuanya. Harus ada yang populer dulu. Ini hanya pancingan," ujarnya.

Setelah kawasan SRG terkenal diharapkan menjadi rangsangan agar masyarakat kembali berinisiatif untuk membuat dan melestarikan rumah adat tersebut, sebutnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) berencana merestorasi atau pengembalian atau pemulihan ke bentuk semula terhadap 40 rumah gadang di Kawasan SRG. "Kita berharap ini segera terwujud," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kemenpupera Arie Setiadi Moerwanto mengatakan kementeriannya telah mempersiapkan program restorasi 40 rumah gadang di Kawasan SRG.

Program restorasi ini merupakan kelanjutan dari usulan Yori Antar dan Jay Subiakto yang tergabung kedalam tim survei jelajah budaya bersama empat orang lainnya yang berkunjung beberapa waktu yang lalu.

"Bapak Menteri (PUPR) juga sedang mengusahakan agar proyek restorasi ini dimulai oleh Bapak Presiden pada Desember tahun ini," katanya.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi (BPCB) Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Kepri, saat ini sedang mengkaji kawasan SRG menjadi Kawasan Cagar Budaya
Kawasan SRG dengan luas 26 hektare memiliki 113 benda cagar budaya di dalamnya. Terdiri dari 109 Rumah Gadang, dua masjid, satu surau dan satu makam.

Dari 109 rumah gadang tersebut terdapat 71 rumah gadang yang terawat, 31 rumah gadang yang tidak rerawat, dan ada 11 rumah gadang yang dalam keadaan rusak berat. (*)

Sumber (Antara Sumbar)
 
Top