Padang Aro-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakuan survei ke Kawasan Seribu Rumah Gadang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sebagai tindak lanjut rencana restorasi 40 rumah adat Minangkabau di daerah itu.

"Hari ini Ditjen Cipta Karya melakukan survei ke Seribu Rumah Gadang (SRG) untuk menindaklanjuti rencana restorasi 40 rumah gadang," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan Budiman ketika dihubungi dari Padang Aro, Kamis (16/11).

Selain melakukan survei, utusan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemenpupera itu berencana menginap selama semalam di destinasi wisata kampung adat yang berada di Nagari (desa adat) Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu itu.

Rumah gadang yang bakal diperbaiki dengan bentuk semula itu merupakan rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat. Selain itu juga hasil musyawarah para ninik mamak (tokoh adat) setempat.

Pada tahun ini, imbuhnya pemerintah setempat juga tengah mengupaya penetapan kawasan Seribu Rumah Gadang sebagai cagar budaya.

"Semoga pada Desember ini Peraturan Bupati (Perbup) Cagar Budaya itu selesai," ujarnya.

Restorasi Rumah Gadang, sebutnya bukan saja dilakukan oleh pemerintah, melainkan juga donatur.

"Ada satu dua rumah yang diperbaiki oleh donatur," sebutnya.

Ia menambahkan pemerintah setempat juga berencana membangun menara pandang di kawasan kampung adat itu. "Kami nanti juga mencoba mengusulkan pembangunan menara pandang ke Kemenpupera, setidaknya satu menara dan satu menara lagi Pemkab Solok Selatan yang bikin," ujarnya.

Jika rencana restorasi tersebut disetujui oleh Kemenpupera pada tahun ini, sebutnya direncanakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meletakan batu pertamanya.

"Kita mencoba memanfaatkan momen rencana kedatangan Presiden Jokowi pada Desember 2017 untuk meletakan batu pertama pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru," ujarnya.

Dalam kawasan seribu rumah gadang terdapat terdapat 113 rumah gadang, dua masjid dan satu mushala serta satu kuburan Syekh Maulana Ibrahim yang direncanakan masuk dalam cagar budaya yang berada di lahan seluas 26 hektare. (*)
Sumber (Antara Sumbar)
 
Top