Padang Aro-Kejaksaan Negeri Solok Selatan, Sumatera Barat melanjutkan proses penyidikan kasus korupsi dana bencana setelah menang praperadilan di Pengadilan Negeri Koto Baru.

"Vonis praperadilan oleh hakim tunggal Syofia Nisra menolak seluruh permohonan pemohon dan penetapan tersangka sudah sesuai prosedur", kata Kepala Kejaksaan Solok Selatan M Rohmadi, di Padang Aro, Selasa.

Dia mengatakan, kejaksaan menetapkan empat tersangka pada kasus korupsi dana bencana yaitu Ito Marliza, Mai Afri Yuneti sebagai pelaksana dan Irda Hendri PPTK pada BPBD Solok Selatan.

Sedangkan satu lagi yaitu Beni pimpinan PT Buana Mitra Selaras yang ditunjuk melakukan perbaikan darurat tebing Batang Bangko.

Khusus untuk Beni tidak mengajukan praperadilan atas ditetapkannya sebagai tersangka.

"Akibat perbuatan para tersangka kerugian Negara diperkirakan Rp900 juta," katanya.

Ia menjelaskan, setelah banjir bandang yang melanda Solok Selatan pada awal 2016 pemerintah setempat mengajukan dana pada BNPB untuk perbaikan Batang Bangko.

Sebanyak Rp4,5 miliar dana tersebut dipergunakan untuk perbaikan darurat tebing Batang Bangko.

Karena itu untuk darurat tidak harus tender dan bisa dengan penunjukan langsung.

Awalnya yang ditunjuk adalah CV Mutiara Tekhnik Utama tetapi karena dananya lebih dari Rp2,5 miliar tidak bisa dilaksanakan oleh CV dan harus PT maka ditunjuk PT Buana Mitra Selaras milik Beni.

Setelah itu pimpinan CV Mutiara Tekhnik Utama Ito Marliza dan Mai Afri Yuneti mendatangi Beni bahwa mereka ingin mengerjakan pekerjaan tersebut dengan janji memberi Beni fee Rp75 juta.

Selain itu katanya, juga proses pembelian beronjong dan batu yang tidak sesuai.

Untuk batu hanya mengambil material disekitar sehingga tidak beli sehingga muncul kerugian Negara.

Sedangkan beronjong seharusnya dibeli Rp375 ribu per unit tetapi rekanan membeli kepada Irda Hendri dengan harga Rp265 juta sehingga ada kerugian Negara.

"Dari tiga item tersebut analisa sementara kerugian negara Rp900 juta," ujarnya.

Ito Marliza dan Mai Afri Yuneti ditetapkan statusnya oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Solok Selatan, melalui Surat Penetapan Tersangka Nomor:135/N.3.25/Fd.1/09/2017 Tanggal 19 September 2017.

Sedangkan penetapan status tersangka Irda Hendri, SH Nomor 1304/N.3.25/Fd.1/09/2017 Tanggal 19 September 2017. (*)

Sumber (Antara Sumbar)
 
Top