Parit Malintang-Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, John Kenedy Azis meminta pendamping haji memberi perhatian lebih terhadap kesehatan calon haji selama berada di Mekah mengingat cuaca yang berbeda jauh antara Indonesia dengan Arab Saudi.

"Perbedaan cuaca ini akan sangat berpengaruh pada kekuatan fisik, sementara ibadah haji merupakan aktivitas yang menguras tenaga dan memerlukan kesehatan yang prima," kata dia saat menghadiri pelepasan calon haji Kabupaten Padangpariaman, di Parit Malintang, Jumat.

Ia menjelaskan keberadaan pendamping haji untuk membimbing calon haji, dan menjaga kesehatan tamu-tamu Allah tersebut.

Kondisi suhu di tanah suci yang sangat panas saat ini mencapai 48 derajat celcius pada malam hari, dan siangnya mencapai 61 derajat celcius akan mempengaruhi fisik calon haji.

"Oleh karena itu saya titip betul calon haji kita kepada pendamping haji agar benar-benar diperhatikan, terutama kondisi kesehatannya," katanya.

Kepada calon haji agar menyediakan handuk kecil sebagai penutup kepala serta sajadah mini guna mengantisipasi penyebaran penyakit yang timbul ketika sujud.

"Sajadah kecil untuk sujud bertujuan mengantisipasi penyebaran virus ketika sujud, apalagi jutaan umat dari berbagai negara datang ke tanah suci," ujarnya.

Ia juga meminta calon haji agar makan dan minum serta istirahat yang teratur agar terhindar dari penyakit.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni meminta calon haji untuk meningkatkan kesabaran ketika di tanah suci serta tidak melepaskan tas haji yang berisi tanda pengenal.

"Tas haji itu merupakan nyawa kedua calon haji karena berisi tanda pengenal," kata dia.

Tas tersebut dapat membantu calon haji ketika tersasar, sekaligus berfungsi sebagai tempat meletakkan air minum apalagi saat ini suhu di tanah suci panas.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padangpariaman, Helmi menyebutkan jumlah calon haji asal daerah itu sebanyak 249 orang.

"Calon haji kita tergabung ke kloter 15 gelombang dua," ujar dia.

Calon haji tersebut masuk asrama di Padang pada 12 Agustus dan berangkat ke tanah suci pada 13 Agustus. (*)

Antara Sumbar
 
Top