Solsel-Semua nagari di Solok Selatan (Solsel) telah menerima transfer Dana Desa (DD) tahap pertama 2017 sebesar 60 persen dengan nilai Rp 21,25 miliar dari 39 nagari yang ada di wilayah itu sejak 31 Mei lalu.

Hanya nagari Sungai Kunyit Barat terlambat diproses dikarenakan belum terpenuhinya syarat atau verifikasi terkait APB Nagari"Proses transfer terakhir dilakukan tadi, Rabu 12 Juli untuk nagari Sungai Kunyit Barat, Sangir Balai Janggo. Namun, untuk 38 nagari lainya umumnya sudah ditransfer pada Juni lalu," kata Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Solsel, Oriza pada Haluan, Rabu (12/7).
Ia mengatakan, nagari Sungai Kunyit Barat terlambat diproses dikarenakan belum terpenuhinya syarat atau verifikasi terkait APB Nagari dan syarat lainnya dari pihak Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Solsel. "Setelah semua tuntas hari ini langsung kami transfer ke rekening nagari tersebut,"katanya.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan PMD Solsel, Basrial menyebutkan Dana Desa untuk Solsel tahun ini totalnya mencapai Rp35,42 miliar dengan penyaluran dua tahap. "Pencairan tahap pertama 60 persen sudah dan tinggal pencairan tahap kedua sebesar 40 persen," katanya.

Sehingga, imbuhnya tersisa sekitar Rp14,34 miliar DD yang akan disalurkan sebesar 40 persen untuk tahap ke-dua. Sedangkan, untuk Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Solsel berjumlah sekitar Rp51miliar dan untuk triwulan pertama telah disalurkan. Untuk pencarian triwulan kedua menunggu laporan pertanggungjawaban dana triwulan pertama sehingga total dana untuk nagari di Solsel pada 2017 sebesar Rp864.62 miliar.

Keterlambatan proses transfer ke nagari, imbuhnya kemungkinan disebabkan belum adanya kesepakatan atau sinkronisasi antara Bamus dengan pihak nagari sehingga dalam membahas APB Nagari cukup alot. "Kedepan kita inginkan percepatan penyusunan APB nagari sehingga bisa diproses verifikasi cepat bagi nagari yang terlambat, namun untuk nagari yang cepat menyelesaikan kita apresiasi untuk lebih meningkatkan di masa akan datang,"tandasnya.

Ia juga meningkatkan nagari untuk memanfaatkan dana tersebut sesuai aturan. "Pergunakan sebaik mungkin sesuai skala prioritas terkait pembangunan nagari, baik bidang infrastruktur maupun pemberdayaan. Jika demikian,tentu ekonomi masyarakat berputar. Hindari penyelewengan penggunaan anggaran jika tak ingin dikemudian hari menjadi batu sandungan," urainya.

Terpisah, Walinagari Sungai Kunyit Barat,  Yanuari menyebutkan keterlambatan proses transfer DD disebabkan oleh beberapa persoalan. "Ada item yang dilarang dalam APB sehingga harus direvisi dan dilakukan perbaikan beberapa kali sehingga itulah yang menjadi persoalan keterlambatan kita. Tapi, tadi Alhamdulillah sudah dapat informasi kalau sudah tuntas dan bisa ditransfer namun saya belum lakukan printout buku rekening untuk memastikan," tutupnya.(web)



 
Top