Solsel-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Selatan (Solsel) mengalami krisis stok darah. Kekurangan stok darah itu disebabkan tidak sebanding antara pihak pendonor dengan kebutuhan darah pasien.Dari pantauan Harianhaluan.com di RSUD Solsel, Jumat (14/7). Di bagian unit transfusi darah RSUD Solsel hanya tersedia 30 kantong darah dan itu pun sudah dimiliki oleh pasien rumah sakit itu atas permintaan dokter yang bersangkutan.

"Saat ini, stok darah yang tersedia merupakan stok kebutuhan untuk pasien yang telah dipesan dokter dan tinggal pasang ke pasien,"kata Staf Unit Transfusi Darah RSUD Solsel, Mulyadi Menurutnya, kebutuhan rutin untuk pasien adalah bagi ibu melahirkan dan pasien yang mempunyai penyakit animea.

"Untuk ibu melahirkan secara Cesar, minimal kebutuhan darah dua kantong. Tapi, untuk pasien animea tergantung kondisi kesehatannya. Apabila ada pasien yang urgen atau mendesak dalam kondisi stok tidak ada terpaksa pihak keluarga mencarikan pendonor,"tambahnya.
Setidaknya, imbuhnya ketersediaan stok dari hingga pukul 14.00 WIB yang telah dipesan oleh dokter ada sekitar 30 kantong darah. Diantaranya, golongan darah O sebanyak 9 kantong, golongan darah A lima kantong, golongan darah AB satu kantong dan golongan darah B sebanyak 15 kantong.

Sementara, Wakil Ketua PMI Solsel, Oriza mengatakan dalam menumbuh kembangkan minat masyarakat pihaknya selalu melakukan sosialisasi dan menggelar kegiatan donor darah."Dalam momen hari besar kita selalu fasilitasi kegiatan donor darah bagi masyarakat maupun lingkup pemerintah.  Kemudian, kita juga lakukan sosialisasi ketingkat sekolah supaya generasi muda mengetahui manfaat donor darah,"katanya.

Terpisah, Direktur RSUD Solsel, Medri Idaman menyebutkan dalam sebulan kebutuhan rata-rata darah sekitar 74 kantong dan itu tidak terpenuhi, disebabkan pendonor tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan darah pasien."Kami dalam sebulan rata-rata mendapatkan stok darah hanya sekitar 50 kantong artinya kurang sekitar 24 kantong dalam kebutuhan rata-rata per bulan,"tandasnya.

Kekurangan stok tersebut diyakini Medri dikarenakan jumlah pendonor tetap sedikit yang menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan darah.(web)


Sumber Haluan
 
Top