Solsel-Objek wisata Goa Batu Kapal (GBK) telah bermetamorfosa menjadi primadona baru sebagai tujuan wisata di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Semula objek ini tak pernah dilirik, meskipun keberadaannya telah diketahui semenjak tahun 1984 silam.

Goa Batu Kapal di Jorong ngalau Indah Tahap I, Nagari Sungaikunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan.Sebelumnya, Goa Batu Kapal hanya berupa seonggok batu kapur dalam semak belukar, tempat bersarangnya kelelawar dan burung walet.

Kini, objek wisata yang menawarkan sejuta kekaguman itu telah banyak dijajaki wisatawan domestik. Hiasan stalagtit dan stalagmit di dinding goa begitu indah mencuci mata setiap wisatawan yang datang berkunjung.

Semakin menambah kesejukan hati, sesekali tetesan air jatuh dari sela bebatuan atap goa menciptakan bunyian gemericik nan syahdu. Fenomena geologi yang benar-benar mempesona tentunya.

Goa Batu Kapal berada di kawasan sentra perkebunan sawit terbesar di Solok Selatan, yaitu Kecamatan Sangir Balai Janggo, tepatnya di Jorong Ngalau Indah Tahap I, Nagari Sungaikunyit Barat.

Masyarakat setempat menamainya Goa Batu Kapal karena bentuknya yang menyerupai kapal. Ditandai dengan empat lorong batu kapur yang dikisahkan seumpama empat ruang kabin pada kapal.

“Goa ini kita ketahui sudah ada sekitar tahun 1984 lalu. Saat pertama lahan ini dibuka untuk perkebunan,” kata Camat Sangir Balai Janggo, Muslim didampingi beberapa tokoh masyarakat setempat.

Kendatipun telah lama ada, namun goa tersebut baru berkembang sebagai destinasi wisata selama tiga bulan belakangan ini. Kata Muslim, itu berkat gagasan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang ingin membangun daerah melalui sektor pariwisata.

“Ketika adanya wacana seperti itu dari pemerintah, maka kita beritahukanlah keberadaan goa ini kepada Bupati Maret lalu. Barulah objek wisata minat khusus ini diresmikan,” ujarnya.

Pasca dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata, mutiara terpendam dalam bentuk goa alam tersebut, selama libur lebaran lalu tercatat dikunjungi sebanyak 21.462 pengunjung.

Dari jumlah pengunjung yang datang tersebut lanjut Camat, rata-rata didapati setiap harinya selama libur lebaran, ada kisaran 200 pengunjung yang datang ke goa batu kapal nan menawan itu.

“Suatu hasil yang sangat memuaskan, mengingat objek wisata goa batu kapal baru booming sejak tiga bulan terakhir,” katanya.

Pengelolaan wisata itu saat ini berada di bawah kendali kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang melibatkan masyarakat sekitar. Dan pastinya telah mendapatkan dukungan penuh dari Pemda Solok Selatan akan pengembangannya.

Sekarang, Goa Batu Kapal telah menjelma jadi destinasi wisata unggulan di Nagari Seribu Rumah Gadang.Keberadaannya bahkan tengah dilirik oleh Komunitas Geopark Ranah Minang (GRM) untuk diteliti. Hasil kajian itu nantinya bakal jadi bahan bagi Goa Batu Kapal dapat dijadikan Geopark Nasional.(*)

 
Top