Solosel-Air terjun kembar ini, memiliki sensasi yang sangat elok dipandang mata. Gemuruhnya bak pemecah keheningan, sebagai sahutan bagi suara alam dan satwa-satwa di sekitarnya. Lingkungan Air Terjun Kembar ini masih sangat alami. Suguhan alam asri dan aliran air yang segar dan jernih, jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Air Terjun Kembar memiliki ketinggian 20-25 meter. Ada dua tempat untuk mandi di Air Terjun Kembar ini. Pertama sungai kecil yang ada di sebelahnya dan yang kedua tepat di kolam tempat jatuhnya air terjun.

Untuk mencapai Air Terjun Kembar ini tidaklah sulit. Dari Kantor Bupati Solok Selatan berjarak sekitar 5 kilometer sampai ke tempat parkir mobil. Dari tempat parkir dilanjutkan dengan jalan kaki dengan rute yang tidak sulit, hanya perlu 5 menit untuk sampai ke lokasi Air Terjun.

Air Terjun Kembar sendiri sudah lama ditemukan oleh warga Bangun Rejo, Solok Selatan. Namun rute menuju air terjun baru dibuka beberapa bulan lalu. Air terjun kembar Ini dikelola Oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) air terjun kembar Bangun Rejo.

"Air terjun kembar ini sudah lama diketahui, tapi baru dijadikan sebagai wisata sekitar dua bulan yang lalu, oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), bersama warga serta pemda, sedangkan yang menamai air terjun kembar ini adalah Solikhin, salah seorang tokoh masyarakat dan juga anggota dewan Solsel," tandas Siswanto, pengelola wisata air terjun kembar.

Dikatakan Siswanto, ide untuk menjadikan air terjun kembar menjadi salah satu objek wisata, bermula dari pemikiran pemuda sadar wisata Bangun Rejo bersama tokoh masyarakat dan warga setempat, kemudian diviralkan ke media sosial.

"Setelah itu, baru kami bahu membahu membersihkan lokasi dan membuat akses jalannya, dibantu juga oleh Pokdarwis Solsel," tambahnya.

Sementara itu, Mesriatno, Ketua Pokdarwis Air terjun kembar Bangun Rejo, mengatakan bahwa air terjun kembar ini, masih dalam tahap pengembangan, seiring waktu berjalan.

"Kenapa sekarang baru kita giatkan ini, karena kita baru mendapat persetujuan dari pemilik lahan untuk perkembangannya sebagai salah satu wisata," ujar Mesriatno yang akrab disapa Eno ini kepadahallosumbar.com.

Dijelaskan Eno, bagi wisatawan yang berkunjung ke air terjun kembar ini, hanya dipungut biaya parkir saja, dan dipersilahkan menikmati pesona wisata tersebut sepuasnya.

"Untuk biaya parkir motor Rp 3 ribu dan mobil 10 ribu, namun tidak ada paksaan juga harus segitu, intinya seadanya yang penting ikhlas," jelasnya.

Kemudian, uang hasil sumbangsih pengunjung tersebut nantinya bakal dipergunakan untuk membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan pengunjung.

"Demi kemajuan wisata ini ke depannya, maka kami sebagai pengelola sangat memperhatikan kepuasan pengunjung, kami juga menyediakan buku kritik dan saran untuk diisi pengunjung," katanya.

Selain itu, Eno juga sangat mengapresiasi peran serta Pemda dalam memajukan potensi wisata air terjun kembar ini. Dikatakannya, meski belum memperoleh bantuan dana, namun support dan arahan dari Pemda sudah sangat membantu sejauh ini.

"Kita belum memperoleh bantuan dana dari Pemda, dikarenakan Pokdarwis yang mengelola belum diketahui terbentuk secara legal oleh Pemda, dan legalitas ini secepatnya akan kita usahakan," tambahnya.

Eno kemudian menyebutkan, kawasan wisata alam sebagai laboratorium alam untuk proses pembelajaran dan pendidikan bagi masyarakat.

"Solsel daerah yang sangat asri bentang alamnya dipengaruhi patahan semangko dan ekologi hutan tropis sehingga memberikan keindahan alam berupa air terjun ini dan lainnya," katanya.

Kearifan lokal juga berperan menciptakan wisata yang religius sebab katanya, ada sanksi adat bagi oknum yang merusak moral serta yang merusak lingkungan.

Yang terpenting setelah pengembangan wisata menurut Eno, pemerintah daerah harus mampu menciptakan rasa aman, nyaman tertib, bersih dan ramah.(web)

 
Top