SOLOK SELATAN- Kacang yang terbilang lezat dan gurih tersebut, awalnya tak diketahui masyarakat dan Pemkab Solok Selatan. Namun, populer setelah dicanangkan perusahaan PT Mitra Kerinci sebagai pengembang perdana di Solsel. Seperti apa?
 

Seorang pria paruh baya tengah memecah kulit hijau macadamia di PT Mitra Kerinci, kemarin. Isinya tampak berwarna cokelat gelap. Aktivitas itu sudah dilakukan sejak tujuh tahun lalu.
Di PT Mitra Kerinci, kacang macadamia awalnya ditanam 740 batang. Ditanam lagi 2.000 bibit pada 2014 dan tahun 2015. Tahun ini 150 batang lagi. 

“Kulitnya dipecah dengan batu. Kulitnya keras dan tebal,” kata Jarto Sasirto saat mengupasnya.
Untuk memecahkan kulit itu, kini sudah menggunakan alat terbuat dari besi dan papan berukuran 30x30 cm. Kacang macadamia berwarna krem. Macadamia jenis tanaman Protoceae. Cocok dikembangkan di Solok Selatan karena kontur tanah ketinggian 550 sampai 700 mdpl.
 

Kini, kacang macadamia PT Mitra Kerinci sudah berusia 13 tahun dan telah panen sejak 6 tahun lalu. ”Rata-rata dengan ketinggian 4-6 meter sudah berbuah atau di usia 6 tahun,” sebut Jarto.
Mandor PT Mitra Kerinci bagian UKKMT (Unit Kerja Komuniti Non Teh), Lukas Barus menjelaskan, kacang macadamia rasanya khas, gurih dan renyah. Orang berpendapat macadamia adalah kacang paling enak sedunia.
 

Pohon macadamia setinggi 6 – 40 meter. Daunnya sepanjang 6 – 30 cm dan lebar 2 – 13 cm. Pohon ini menghasilkan bunga berukuran 10 – 15 cm. Setiap bunga terdapat satu atau dua biji kacang. Biji bunga inilah yang terkenal dengan sebutan kacang macadamia.
 

Kulit hijau untuk pupuk dan cangkang untuk bahan bakar. Bahan bakar pabrik pengolahan pabrik, atau dikenal sebutan biogas. ”Pembibitan buah macadamia selama 2 bulan sudah tumbuh. Kisaran 1 tahun pembibitan, sudah 35 cm. Buah jelang pembibitan, dijemur dulu,” sebutnya.
 

Usia pohon kacang bisa sampai 25 tahun, kemudian dikepres hingga tumbuh muda lagi. Artinya, macadamia tanaman yang tidak cepat mati setelah produksi. Masa hidupnya bisa diperpanjang setelah dipangkas di usia 25 tahun.
 

Rata-rata 4-6 meter sudah berbuah. Saat ini sudah disebar 1.400 batang ke warga. Bibit tersebut seharga Rp 50 ribu per batang. Usia setahun tingginya 20-35 cm. “Biasanya daunnya dimakan belalang dan ulat. Penanggulangan dapat disemprot pestisida jenis rekor setiap bulan,” katanya.
 

Pembibitan lain dilakukan jenis stek. Kelebihannya lebih cepat berbuah, rata-rata usia 5 tahun. Bibit stek ini harus ditanam pada usia 4 bulan. “Jika musim panas harus setiap hari disiram. Musim penghujan tak perlu disiram air,” sebutnya.
 

Saat ini Mitra Kerinci pucuknya disambung batang yang sudah produksi. Ini temuan baru. Rata-rata 1 batang memproduksi 20-25 kg. Panennya sekali 4 sebulan. Dengan total panen 100 kg per batang, 3-4 kali panen. ”Bila dikalkulasikan 1 batang macadamia berpenghasilan Rp 1,5 juta setiap panen,” katanya.
 

Jarak tanam macadamia sesuai aturan 6x 6 meter agar berbuah lebat. Di Mitra Kerinci, ada 10 pekerja untuk memanen hingga mengklatak buah macadamia.
 

Proses memasak kacang terlezat itu dengan cara dipanggang di open. Dari buah segar, dikupas kulitnya dan dijemur selama tiga hari. Kemudian dipecah dan dikemas di pabrik. “Pemupukan dilakukan setiap bulan, jenis pupuk MPK. Juga bagus memakai jenis pupuk KCL, TSP, dan urea,” jelasnya. (*)
 
Top