SOLOSEL-Faktor ekonomi dewasa ini sedikit banyaknya telah mulai menggeser peran perempuan sebagai ibu rumah tangga menjadi kepala keluarga pencari nafkah. Sekaitan dengan konteks pemberdayaan, maka perempuan sebagai kepala keluarga sewajarnya perlu mendapat perhatian khusus bila dikaitkan dengan kondisi nyata yang terlihat bahwa sebagaian besar mereka masih termasuk dalam kategori keluarga miskin.


“Saat ini, kita akan memberikan dukungan keterampilan dan disinergikan dengan dukungan lainnya. Sehingga perempuan yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, betul-betul merasa mendapat tempat menikmati pembangunan dan mampu menghidupkan keluarganya,” ujar Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Provinsi Sumatera Barat, Ratnawilis saat gelaran Road Show Perempuan dan Anak di Solok Selatan, Senin (27/3/2017).


Ratnawilis menjelaskan, pihaknya akan mensosialisasikan kegiatan yang orientasinya untuk memperkuat keberadaan perempuan dan anak dalam mendukung pembangunan, terutama pembangunan keluarga. Melibatkan warga masyarakat dua nagari di Kecamatan Sangir, yakni Nagari Lubuk Gadang Utara dan Lubuk Gadang Timur.


“Kita juga menggelar Roadshow Pencegahan Kekerasan Pada Perempuan dan anak. Intinya kita menginginkan masyarakat nagari betul-betul memahami harkat dan martabat perempuan di tengah-tengah perannya dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan Pemerintah, kegiatan kemasyarakatan dan kehidupan berkeluarga,” katanya.


Dua nagari yang telah ditetapkan untuk menjadi nagari percontohan bidang kualitas hidup perempuan tersebut, diantaranya Nagari Lubuk Gadang Timur ditetapkan sebagai Nagari Pilot Proyek, Perempuan Kepala Keluarga. Untuk masyarakat nagari yang terdiri dari para janda ini, pihak DPP-PA Provinsi Sumatera Barat tidak saja membekali mereka dengan teknis membangun keluarga secara teori, akan tetapi juga memberikan bekal pelatihan membuat berbagai menu makanan dari bahan jagung.


Sementara itu, warga masyarakat dari Nagari Lubuk Gadang Utara, dikesemaptan itu dibekali dengan ilmu terkait upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Bahkan nagari ini juga telah dibentuk Pokja Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan.


Plt. Kadis P2KBP2PA Solsel, Lora Ayahanda Putri, dikesempatan itu menjelaskan, bahwa pihaknya sengaja menempatkan dua nagari di Kecamatan Sangir ini sebagai nagari percontohan untuk dua kegiatan dari Provinsi itu, agar lebih mudah untuk mengakomodir berbagai persoalan dan kebijakan yang akan diberikan untuk dua nagari ini. bahkan Lora juga akan menjadikan Nagari Lubuk Gadang Utara Sebagai Nagari Layak Anak pada tahun ini.


Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Perempuan Solok Selatan, Noviarti mengatakan, bahwa dua kegaitan ini melibatkan lebih kurang 80 orang peserta, dengan sumberdananya dari Provinsi Sumatera Barat dan stimulant dari Pemkab Solok Selatan. Untuk dua kegiatan ini dibentuk organisasi yang akan menindak lanjuti kegiatan betikutnya.


“Ke depan kita berharap, persoalan perempuan sebagai kepala keluarga akan dapat memainkan perannya membangun keluarganya lebih baik lagi, karena peserta yang di ikutkan dalam kegiatan Perempuan Kepala Keluarga ini, pada umumnya berasal dari keluarga yang kurang mampu,” kata dia.


Sedangkan untuk Nagari Lubuk Gadang Utara kita akan jadikan peserta kali ini menjadi motor penggerak untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan di daerah ini, demikian Noviarti.(web/men)

 
Top