PADANG PARIAMAN,TEROBOS-Gubernur Irwan Prayitno serahkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) kepada Wabup Suhatri Bur sebagai Pembina Ketahanan Kabupaten pada Hari Pangan Sedunia yang dipusatkan di Terminal Bareh Solok, Kota Solok
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman meraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) sebagai Pembina Ketahanan Kabupaten pada Hari Pangan Sedunia yang dipusatkan di Terminal Bareh Solok, Kota Solok, kamis (13/10).
Penghargaan itu diserahkan langsung Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang diterima oleh Wakil Bupati Suhatri Bur. Selain itu juga diraih penghargaan atas nama Kelompok Wanita Tani Harapan Tani nagari Kuranji Hilir Kec. Sungai Limau kategori Pengolah Pangan.

Usai menerima penghargaan, Wabup Suhatri Bur mengatakan bahwa penghargaan tersebut dipersembahkan untuk masyarakat baik ranah maupun rantau, khususnya pelaku pertanian. Diraihnya penghargaan itu sebagai bukti komitmen Padang Pariaman sebagai lumbung pangan nasional.
“Penghargaan ini untuk masyarakat Padang Pariaman. Alhamdulillah, dalam 10 tahun terakhir kita selalu surplus beras dan dijadikan pemerintah pusat sebagai pilot project di Sumbar,” kata mantan Ketua KPU itu.

Dikatakannya bahwa bahwa Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas lahan pertanian mencapai 23 ribu hektar yang menghasilkan produksi padi/gabah kering giling (GKG) sebanyak 268.982 ton yang mengalami surplus beras sebanyak 130.696 ton setiap tahunnya.
Upaya pengadaaan pupuk, pembasmian hama tikus, perbaikan irigasi dan pengadaan alat-alat pertanian terus ditingkatkan melibatkan Kementerian Pertanian, Pemerintah Propinsi serta dukungan Forkopimda terutama unsur TNI.

“Kita sering turun ke lapangan untuk motivasi pelaku pertanian agar mempertahankan swasembada beras di Padang Pariaman,” ungkapnya.
Kepala Badan Penyuluh Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Yuniswan mengatakan bahwa dinasnya terus berinovasi dalam penyediaan pangan masyarakat. Tahun ini, ujarnya, ada tiga program unggulan telah diluncurkan yaitu Pertama, Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KWRL) yang berbasis pemanfaatan pekarangan untuk tanaman gizi anggota keluarga. Kedua, Pengawasan potensi pangan untuk mengawasi makanan yang dikonsumsi masyarakat. Ketiga, menjaga kestabilan distribusi pangan.

“Arahan Bapak Bupati dan Wakil Bupati, kita terus berinovasi dalam ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Yuniswan.
Sementara Kadis Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Yurisman mengatakan ke depan diupayakan program Diversifikasi Pangan untuk Ketahanan Pangan. Artinya, saat ini konsumsi beras khusunya di Padang Pariaman masih tinggi. Idealnya masyarakat mengkonsumsi beras 30 gram untuk satu kali makan, jadi rata-rata 100 gram sehari. Bahkan ada pula yang makan nasi 200 gram per hari. Untuk itu perlu pemahaman dan sosialisasi untuk mengganti beras dengan makanan bergizi lainnya yang terbuat dari ubi, pisang dan lainnya.

Mengingat pertambahan jumlah penduduk meningkat dari tahun ke tahun, tambah Yurisman, dirasa perlu untuk diversifikasi pangan untuk menstabilkan persediaan pangan sehingga masyarakat tidak mengkomsumsi satu jenis makanan saja.(tim)
 
Top